Berita

Kisah Seram Warga Teheran di Tengah Konflik Iran-Israel: Langit Seakan Terbelah

Kisah Seram Warga Teheran di Tengah Konflik Iran-Israel: Langit Seakan Terbelah

TEHERAN – Di sebuah persimpangan di Teheran, seorang koresponden BERITA88 mengamati ada puluhan orang saat konflik Iran-Israel dimulai pada Jumat pekan lalu. Pada awalnya suasana tampak biasa, namun situasi cepat memburuk.

“Dua hari pertama semuanya tampak baik, orang-orang mengatakan ini akan berakhir dengan cepat. Namun kemudian situasi memburuk dan masyarakat mulai panik,” ungkap Mehran Ataei mengenai serangan udara Israel di Teheran.

Dalam wawancara dengan BERITA88 di perbatasan Turki, tepatnya di persimpangan Kapikoy, pria berusia 58 tahun berdarah Prancis-Iran yang tinggal di Paris ini terpaksa meninggalkan Teheran pada hari kelima konflik dengan Israel semakin memanas.

Baca Juga: Iran Akan Terus Menyerang Israel: Situs Nuklir Zionis Akan Menghadapi Pukulan Telak

Selain serangan udara yang terus berlanjut, mereka yang melarikan diri dari ibu kota menceritakan tentang akses internet yang sangat terbatas, kesulitan dalam penarikan uang setelah dua bank besar diretas, dan kelangkaan bahan makanan.

Putrinya yang berusia 27 tahun, Lida Pourmomen, berada di sampingnya.

“Ini benar-benar menegangkan karena kami tidak pergi bersama dan Selasa malam adalah malam terburuk yang pernah dialami Teheran sejauh ini,” ungkap Pourmomen, melanjutkan kisahnya.

“Setelah ibu saya pergi, seolah langit terbelah. Saya berpikir saya tidak akan melihatnya lagi,” tuturnya, menggambarkan kondisi kacau dengan ledakan, kepulan asap, dan ketakutan karena tidak tahu apakah suara menggelegar itu adalah sistem pertahanan udara atau rudal yang datang.

Pasangan ayah dan anak ini seharusnya terbang kembali ke Paris pada hari Sabtu, namun karena semua penerbangan dibatalkan, mereka terjebak dan terus-menerus menghubungi Kedutaan Prancis untuk meminta bantuan.