politik

Gedung Putih: Tidak Ada Tanda Iran Memindahkan Uranium Sebelum Serangan AS

Gedung Putih: Tidak Ada Tanda Iran Memindahkan Uranium Sebelum Serangan AS

WASHINGTON – Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan tidak ada bukti bahwa Iran telah memindahkan uranium yang sudah diperkaya dari salah satu dari tiga fasilitas nuklir sebelum serangan Amerika Serikat pada 21 Juni. Dia menambahkan bahwa Teheran diizinkan memiliki uranium yang tidak diperkaya.

“Kami memantau dengan ketat dan tidak ada indikasi bagi Amerika Serikat bahwa uranium yang diperkaya tersebut telah dipindahkan sebelum serangan,” ujar Leavitt pada Kamis.

Saat diminta memastikan bahwa bahan uranium yang diperkaya tetap berada di lokasi semua fasilitas nuklir Iran ketika diserang AS, dia menjawab: “Benar.”

Baca Juga: Khamenei Sebut Israel Hancur Total Jika AS Tak Ikut Campur, Ini Respons Zionis

Leavitt juga menyatakan pemerintahan Presiden Donald Trump membuka kembali kesempatan dialog dengan Iran untuk memastikan negara tersebut tidak memperkaya uranium dalam program nuklirnya.

Leavitt menegaskan tujuan utama dari setiap pertemuan di masa depan. “Kami ingin memastikan bahwa kami dapat mencapai kesepakatan di mana Iran menyetujui program nuklir sipil yang tidak melibatkan pengayaan,” kata Leavitt, seperti dilaporkan oleh BERITA88, Jumat (27/6/2025). “Dan ada banyak tuntutan lain yang diajukan oleh Amerika Serikat.”

Pemerintahan Trump sedang menimbang beberapa opsi untuk membawa Iran kembali ke meja perundingan, ungkap sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada BERITA88.