Calon Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani dan Kontroversi Seruan Intifada
JAKARTA
Zohran Mamdani, seorang politisi Muslim yang mencalonkan diri sebagai wali kota New York City, menjadi perhatian media di Amerika Serikat setelah menolak untuk mengecam “gerakan intifada”, yang merupakan gerakan perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel. Dia memandang gerakan tersebut sebagai hak asasi bagi rakyat Palestina.
Politisi dari Partai Demokrat ini akan berlaga untuk kursi wali kota New York City dalam pemilihan yang dijadwalkan pada November 2025. Sebagai putra dari imigran Uganda-India, dia dikenal sebagai aktivis vokal yang mendukung berbagai agenda progresif, seperti pembatasan kepemilikan properti, jaminan kesehatan universal, dan hak-hak imigran.
Namun, perhatian media Amerika lebih tertuju pada sikapnya yang kontroversial terhadap seruan “Globalize the Intifada” ketimbang ide-ide yang diusungnya.
Apa Arti Intifada yang Didukung oleh Zohran Mamdani?
Seruan “Globalize the Intifada” telah menjadi bagian dari aksi protes pro-Palestina di berbagai kampus di Amerika Serikat sejak 2021. Seruan ini muncul dari semangat perlawanan terhadap penindasan, terutama dalam konteks rakyat Palestina.
Bagi banyak warga Yahudi Amerika, istilah “intifada”, yang secara harfiah berarti “pemberontakan”, mengingatkan kembali pada masa-masa kekerasan brutal yang mengguncang Israel dan Palestina, yakni Intifada Pertama (1987–1993) dan Intifada Kedua (2000–2005).
