Tim Penyelamat Menunggu Analisis Hidrografi untuk Menentukan Lokasi KMP Tunu Pratama Jaya
Tim Penyelamat Menunggu Analisis Hidrografi untuk Menentukan Lokasi KMP Tunu Pratama Jaya
BANYUWANGI – Tim penyelamat gabungan terus melakukan upaya pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Pada Rabu (9/7/2025), operasi pencarian memasuki hari kedelapan setelah perpanjangan tiga hari dari jadwal sebelumnya.
Deputi Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno, menyatakan bahwa operasi pencarian ini dilanjutkan dengan mengerahkan personel serta memetakan titik bawah laut. Sebanyak 1.022 personel gabungan, termasuk relawan kebencanaan, dikerahkan untuk operasi ini.
Ribut menambahkan, “Dengan masih adanya korban yang perlu dievakuasi, kami berharap segera mendapatkan gambaran dari tim. Operasi pencarian telah diperpanjang, dan kami memerintahkan asesmen untuk penggelaran jumlah tim SAR gabungan agar kegiatan lebih efektif dan efisien,” ujarnya di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (9/7/2025).
Saat ini, tim penyelamat menunggu hasil analisis dari tim hidrografi terkait kondisi perairan bawah laut di Selat Bali. Analisis ini diperlukan untuk memastikan keamanan di bawah laut sebelum dilakukan penyelaman.
“Kami masih menanti hasil dari tim hidrografi. Hasil pemindaian sonar harus menggambarkan apakah objek tersebut benar-benar kapal. Kami berharap mendapatkan visualisasi tiga dimensi dari data yang ada,” ungkapnya.
Menurut Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurl) Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, dari tiga titik yang diduga sebagai objek bawah laut, fokus pencarian difokuskan pada dua titik yang telah diidentifikasi melalui sonar dari KRI Pulau Fanildo.
