Berita

Rusia Berpotensi Kehilangan Kapal Induk, Admiral Kuznetsov Terancam Ditinggalkan

Rusia Berpotensi Kehilangan Kapal Induk, Admiral Kuznetsov Terancam Ditinggalkan

MOSKOW – Admiral Kuznetsov, satu-satunya kapal induk yang dimiliki Rusia dan berasal dari era Soviet, kini berada di ambang ditinggalkan. Ini membuat Angkatan Laut Rusia bisa menjadi kekuatan militer besar tanpa kapal induk.

Sejak 2018, Admiral Kuznetsov telah mengalami perombakan. Media Rusia sebelumnya melaporkan bahwa kapal ini akan menerima pembaruan sistem pertahanan udara, mesin penggerak baru, perbaikan peluncur (catapult), dan senjata canggih untuk siap tempur.

Namun, surat kabar Rusia, Izvestia, pada 11 Juli melaporkan bahwa proyek modernisasi kapal induk Admiral Kuznetsov mungkin akan dibatalkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia (RuMoD). Berdasarkan sumber anonim yang dianggap kredibel, laporan ini menyatakan bahwa program perbaikan dan modernisasi mengalami penundaan.

Komandan Angkatan Laut Rusia dan United Shipbuilding Corporation diharapkan segera membuat keputusan akhir mengenai kapal yang dijuluki ‘kapal terkutuk’ ini.

Laporan menyebutkan bahwa sejumlah pejabat senior Angkatan Laut Rusia mendukung keputusan untuk menonaktifkan kapal induk tunggal tersebut.

Mantan Panglima Armada Pasifik Rusia, Laksamana Sergei Avakyants, menyatakan bahwa Angkatan Laut Rusia tidak memerlukan kapal induk dalam bentuk tradisional.

Menurutnya, kapal induk hanyalah platform besar yang dapat dihancurkan dengan mudah oleh senjata modern, sehingga menjadi senjata laut yang mahal dan tidak efisien.

Laksamana Avakyants menambahkan bahwa masa depan adalah milik sistem robotik dan kapal induk nirawak, bukan kapal induk tradisional.

“Masa depan adalah milik sistem robotik dan kapal induk nirawak. Jika keputusan diambil untuk menghentikan perbaikan, maka langkah yang tersisa adalah mengubah Admiral Kuznetsov menjadi besi tua dan membuangnya,” ujarnya dalam laporan yang dirilis BERITA88 pada Minggu, 13 Juli 2025.

Meskipun pernyataan Avakyants terdengar berani, dia bukanlah orang pertama yang mengungkapkan pendapat tersebut. Beberapa analis militer global juga mempertanyakan relevansi kapal induk di medan perang modern yang didominasi oleh rudal balistik presisi, rudal hipersonik, dan drone murah.