Berita

Visa Habis Sejak 2017, Wanita Rusia dan 2 Anaknya Memilih Tinggal di Gua

Visa Habis Sejak 2017, Wanita Rusia dan 2 Anaknya Memilih Tinggal di Gua

NEW DELHI – Nina Kutina, wanita Rusia berusia 40 tahun, bersama dua putrinya yang masih kecil, diselamatkan dari sebuah gua berbahaya di kawasan hutan Bukit Ramatirtha, Gokarna, pada 9 Juli. Saat patroli rutin untuk menjaga keamanan wisatawan, polisi menemukan mereka hidup dalam kondisi berbahaya.

1. Tinggal di Gua untuk Meditasi

Berdasarkan informasi dari kepolisian Gokarna, Kutina bersama putrinya, Prema (6 tahun, 7 bulan) dan Ama (4 tahun), memilih tinggal di gua hutan tersebut diduga karena alasan spiritual. Ia menjelaskan kepada petugas bahwa dirinya datang dari Goa ke hutan itu untuk meditasi dan ibadah.

Otoritas mendeskripsikan lokasi gua tersebut berada di wilayah rawan longsor yang dikelilingi satwa liar berbisa, sehingga menimbulkan kekhawatiran besar terkait keselamatan. Setelah diberi penjelasan mengenai bahaya tersebut, Kutina setuju untuk meninggalkan gua tersebut. Mereka pun dikawal menuruni bukit dengan selamat.

Setelah diselamatkan, Kutina dan putrinya dibawa ke ashram Yoga Ratna Saraswati Swamiji, seorang pemuka spiritual berusia 80 tahun yang terkait dengan Yayasan Shankara Prasad di Desa Bankikodlu, Kecamatan Kumta. Pemindahan ini disertai pengawalan oleh petugas polisi wanita.

2. Visa Berakhir pada Tahun 2017

Awalnya enggan untuk mengungkapkan identitasnya, Kutina akhirnya memberi tahu pihak berwenang bahwa paspor dan visanya telah hilang. Namun, setelah dilakukan penggeledahan di gua dan area hutan di sekitarnya, polisi dan petugas kehutanan menemukan dokumen-dokumen tersebut, yang menunjukkan visanya telah berakhir pada 17 April 2017.

Inspektur Polisi di Karwar telah menghubungi Kantor Registrasi Regional Orang Asing (FRRO) di Bengaluru. Saat ini, proses hukum sedang dilakukan untuk mendeportasi Kutina dan anak-anaknya kembali ke Rusia. Sementara itu, mereka ditempatkan di Pusat Penerimaan Wanita demi keselamatan mereka.

Otoritas mengonfirmasi bahwa Kutina dan putrinya akan bertemu dengan FRRO di Shanthinagar, Bengaluru, pada 14 Juli, dengan pengawalan seorang polisi wanita. Proses hukum lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.