Strategi Ken Arok dalam Menghadapi Raja Kertajaya di Kediri
STRATEGI KONFLIK
Di bawah kepemimpinan Raja Kertajaya, Kerajaan Kediri mengalami konflik yang dimanfaatkan oleh Ken Arok. Pada masa itu, Ken Arok berhasil menggulingkan Tunggul Ametung, penguasa Tumapel, yang merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Kediri.
Ken Arok melihat peluang dengan mendekati kaum brahmana, para pemuka agama di Kediri, yang berselisih dengan raja karena kebijakan Raja Kertajaya yang otoriter sering kali bertentangan dengan pendapat mereka.
Harapan Baru bagi Kaum Brahmana
Keberhasilan Ken Arok menguasai Tumapel, yang kini dikenal sebagai wilayah Malang, memberi harapan baru bagi kaum brahmana. Kaum brahmana dan keluarganya mulai mendapatkan tempat dan perlindungan dari Ken Arok.
Ken Arok juga memperkuat posisinya di Tumapel untuk bersiap melawan Kediri. Kaum brahmana, dengan kepercayaan terhadap kemampuan Ken Arok yang telah menggulingkan Tunggul Ametung, mendukung pergerakannya.
Migrasi Kaum Brahmana
Saudara dan kerabat kaum brahmana Kediri yang pernah mendukung Ken Arok diminta untuk pindah ke Tumapel. Menurut buku “Hitam Putih Ken Arok: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan”, mereka mendapat jabatan dan fasilitas dari Ken Arok sebagai bentuk terima kasih atas jasa mereka.
