Ekonomi

Tarif 19% dari Trump: Kegagalan Negosiasi Pemerintah dan Kepentingan AS

Tarif 19% dari Trump: Kegagalan Negosiasi Pemerintah dan Kepentingan AS

JAKARTA – Direktur Kebijakan Publik dari BERITA88, Wahyu Askar, menyebut pengenaan tarif impor sebesar 19% terhadap produk Indonesia oleh Amerika Serikat (AS) sebagai tindakan yang tidak adil.

Askar berpendapat ini menjadi indikasi bahwa Indonesia kurang berhasil dalam negosiasi, yang pada akhirnya merugikan Indonesia, terutama dalam hal perjanjian pembelian produk-produk AS tanpa adanya imbal balik tarif yang adil.

Indonesia diwajibkan untuk membeli energi dari AS dalam bentuk LNG dan minyak, serta produk pertanian dan 50 unit pesawat Boeing. Menurut Askar, kewajiban ini akan memberatkan fiskal Indonesia, terutama karena harga yang mungkin lebih tinggi dibandingkan sumber alternatif yang sudah ada, seperti LNG dari Timur Tengah.

“Ini terkait dengan rantai pasok strategis yang sebenarnya bisa diperoleh dengan harga lebih murah dari negara lain. Akibatnya, beban fiskal untuk BUMN dan APBN kita akan sangat signifikan,” ujar Media dalam percakapan dengan BERITA88, Rabu (16/7).