Mengenal Fauja Singh: Pelari Maraton Tertua yang Meninggal Akibat Tabrak Lari
Mengenal Fauja Singh: Pelari Maraton Tertua yang Meninggal Akibat Tabrak Lari
LONDON – Fauja Singh, pelari maraton tertua di dunia yang masih berkompetisi setelah mencapai usia 100 tahun lebih dari satu dekade lalu, meninggal dunia akibat insiden tabrak lari pada hari Senin, menurut informasi dari kepolisian India. Saat meninggal, ia berusia 114 tahun.
1. Dijuluki Tornado Berturban
Fauja Singh lahir di sebuah desa di India pada tahun 1911 sebelum pindah ke London. Ia dijuluki “Tornado Berturban” karena mulai berlari maraton di usia akhir 80-an. Singh berhasil menyelesaikan sembilan lomba lari dengan jarak 26,2 mil.
Meskipun dianggap sebagai pelari maraton tertua di dunia, Fauja Singh tidak pernah diakui oleh Rekor Dunia Guinness karena tidak memiliki akta kelahiran.
2. Korban Tabrak Lari
Kepolisian India melaporkan bahwa sebuah kendaraan yang tidak dikenal menabrak Singh ketika ia sedang berjalan di jalan dekat desa asalnya, Beas, di negara bagian Punjab, India barat laut.
Singh dibawa ke Rumah Sakit Shrimann di distrik Jalandhar, di mana ia meninggal dunia akibat luka di kepala dan tulang rusuk, menurut pernyataan Inspektur Senior Harvinder Singh Virk dari Kepolisian Daerah Jalandhar.
Seorang tersangka ditangkap pada hari Selasa setelah rekaman CCTV diperiksa. Kasus tersebut telah didaftarkan dengan tuduhan mengemudi yang lalai dan pembunuhan berencana yang tidak termasuk pembunuhan, kata pihak berwenang.
Terdakwa berusia 26 tahun itu tinggal di luar negeri dan keluarganya di Kanada telah diberitahu, ujar Inspektur Hardev Preet Singh dari kantor polisi Adampur, saat tersangka dibawa ke pengadilan distrik Jalandhar.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, memimpin penghormatan nasional, menyatakan bahwa Singh adalah “atlet luar biasa dengan tekad yang kuat.”
3. Lari sejak Berusia 89 Tahun
Singh mulai berlari maraton pada usia 89 tahun setelah pindah ke Inggris menyusul kematian istri dan putranya.
