politik

Mengapa Rudal Patriot Kesulitan Menghadapi Misil Rusia

Mengapa Rudal Patriot Kesulitan Menghadapi Misil Rusia

MOSKOW – Sistem pertahanan udara Patriot dari Amerika Serikat, yang selama ini menjadi andalan bantuan militer Barat untuk Ukraina, kini mengalami kesulitan dalam menghadapi rudal balistik canggih Rusia. Kejadian ini menjadi perhatian serius.

Rudal Rusia Lebih Gesit

Menurut laporan dari Wall Street Journal, seorang pejabat Ukraina yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa rudal balistik Rusia kini lebih gesit, sehingga sulit terdeteksi oleh radar Patriot. Namun, tidak ada penjelasan rinci mengenai jenis rudal yang dimaksud.

Sementara itu, Uni Eropa sedang berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada industri militer Amerika, terutama di tengah ketidakpastian dukungan AS untuk Ukraina. Oleh karena itu, mereka mulai mengembangkan alternatif Eropa generasi baru untuk menggantikan Patriot.

Rudal Samp/T Lebih Maju

Sistem rudal Samp/T, yang merupakan hasil pengembangan perusahaan gabungan Prancis-Italia, Eurosam, dianggap lebih cocok untuk menghadapi ancaman terkini. Sistem ini dilengkapi dengan radar baru yang mampu mendeteksi target pada jarak lebih dari 350 km dan dapat menembakkan rudal ke segala arah.

Sistem Samp/T juga lebih efisien, hanya memerlukan 15 operator untuk mengoperasikan keseluruhan sistem, dibandingkan dengan sekitar 90 orang yang dibutuhkan untuk sistem Patriot AS.

Walaupun pasukan Ukraina sempat menyatakan keraguan tentang kinerja Samp/T, seorang pejabat pertahanan Italia menyebutkan bahwa sistem ini telah mendapatkan “umpan balik positif” dari Kiev.

Pembelian Rudal Patriot oleh Uni Eropa

Presiden AS, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan bahwa 17 sistem Patriot “siap dikirim” ke Ukraina. Namun, pernyataannya menimbulkan kebingungan di Kiev karena tidak jelas apakah yang dimaksud adalah sistem lengkap atau bagian-bagiannya saja.

Trump juga mengusulkan agar anggota NATO Eropa membeli senjata AS untuk Ukraina. Kaja Kallas, diplomat tinggi Uni Eropa, menyambut baik rencana pengiriman Patriot tetapi meminta agar Washington ikut “berbagi beban” dalam pengiriman tersebut.

Rusia secara konsisten mengkritik pengiriman senjata Barat ke Ukraina, dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut hanya memperpanjang konflik tanpa mengubah hasil akhirnya.