China Peringatkan Perusahaan Korea Selatan Terkait Ekspor Tanah Jarang ke AS
China Peringatkan Perusahaan Korea Selatan Terkait Ekspor Tanah Jarang ke AS
SEOUL – China baru-baru ini dikabarkan mengimbau perusahaan Korea Selatan untuk menahan diri dari mengekspor produk yang mengandung mineral tanah jarang ke perusahaan pertahanan Amerika Serikat. Informasi ini diungkapkan oleh Korea Economic Daily, yang mengutip sumber dari pemerintah dan perusahaan.
Menurut laporan awal, Kementerian Perdagangan China memperingatkan perusahaan Korea bahwa mereka dapat dikenai sanksi jika melanggar pembatasan ekspor tersebut. Pesan ini disampaikan melalui surat kepada perusahaan Korea yang bergerak di bidang transformator daya, baterai, layar, kendaraan listrik, kedirgantaraan, dan peralatan medis.
Laporan Korea Economic Daily kemudian dikoreksi, menyebutkan bahwa pesan tersebut disampaikan oleh ‘pemerintah China’ dan bukan kementerian perdagangan. Sementara itu, Kementerian Perindustrian Korea Selatan mengungkapkan pada hari Rabu bahwa mereka tengah mengonfirmasi laporan ini dengan pemerintah China dan perusahaan Korea Selatan.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi bahwa perusahaan Korea Selatan telah menerima surat dari pemerintah China terkait hal ini, menurut pernyataan kementerian tersebut. Di sisi lain, Kementerian Perdagangan China belum memberikan komentar lebih lanjut.
Pada awal bulan ini, China menerapkan pembatasan ekspor pada elemen tanah jarang sebagai tanggapan atas tarif AS. Beijing membatasi pasokan mineral yang digunakan dalam produksi senjata, elektronik, dan berbagai barang konsumen. Para eksportir kini harus mengajukan permohonan lisensi ke Kementerian Perdagangan, yang prosesnya bisa memakan waktu hingga beberapa bulan.
China menguasai sekitar 90% produksi tanah jarang dunia, yang terdiri dari 17 elemen. Sementara itu, Pemerintah AS memiliki persediaan beberapa tanah jarang, tetapi diyakini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kontraktor pertahanan mereka secara berkelanjutan.
Korea Selatan sempat menyatakan pada awal April bahwa mereka memiliki cadangan lebih dari enam bulan untuk tujuh unsur tanah jarang yang dibatasi oleh China, termasuk dysprosium, yang digunakan dalam pembuatan magnet khusus di sektor energi bersih, kendaraan listrik, dan turbin angin.
Pejabat tinggi pemerintah Korea Selatan dijadwalkan bertemu dengan perwakilan AS di Washington pada hari Kamis untuk mendiskusikan tarif. China sebelumnya memperingatkan negara-negara agar tidak mencari kesepakatan ekonomi lebih luas dengan AS yang dapat merugikan Beijing.
