PHE ONWJ Lanjutkan Proyek Pembaruan Jalur Pipa Bawah Laut, Selesai 2026
PHE ONWJ Lanjutkan Proyek Pembaruan Jalur Pipa Bawah Laut, Selesai 2026
JAKARTA – Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) teruskan proyek pembaruan fasilitas pipa bawah laut sepanjang sekitar 22,52 km. Tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan keandalan distribusi migas dari lepas pantai ke fasilitas pengolahan utama melalui kegiatan Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP).
Langkah awal dari proyek ini adalah dengan mengadakan kick-off meeting untuk kontrak EPCI Proyek Pipa 2025 (UWJ-B1C, FK-FC, EF-EA) yang dilaksanakan akhir Juni lalu.
“Proyek strategis ini merupakan upaya PHE ONWJ untuk mengoperasikan fasilitas hulu migas yang sudah tua dan berisiko dengan lebih aman, selamat, dan andal,” kata General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama dalam keterangannya, Senin (21/7).
Jalur pipa alir yang ada, FK-FU-FC, dengan diameter 12 inci, menyalurkan hasil produksi migas dengan total 963 BOPD, 1.671 BLPD, 664 MSCFD gas, dan 2.399 MDCFD. Untuk menjamin keandalan, keamanan, dan keselamatan produksi, jaringan ini akan diganti dengan pipa baru berdiameter 8 inci sepanjang sekitar 4,07 km yang dipasang di kedalaman 33 hingga 35 meter.
Selain itu, jalur pipa UWJ-B1C yang berdiameter 12 inci dan telah beroperasi sejak 1986 juga masuk dalam rencana penggantian. Jalur ini menghubungkan delapan platform (UA, UB, UC, UXA, UYA, ULA, UWA, JJA, dan KA) dengan panjang sekitar 16,97 km, mencatatkan aliran hasil produksi hingga 2.671 BOPD dan 6,9 MMSCFD, serta menyimpan potensi cadangan hingga 3.344 MBO dan 5.904 MMSCF. Usia fasilitas yang tua menjadikan jalur pipa UWJ-B1C sebagai prioritas utama dalam proyek PRRP.
Faktor usia dan tekanan operasi menjadikan pembaruan jalur pipa EF-EPRO sebagai prioritas. Jalur ini berdiameter 6 inci dan panjang sekitar 1,48 km, telah beroperasi selama 40 tahun, dan menyalurkan hasil produksi 7.600 BFPD dan 800 BOPD.
