Ekspansi Sambal Pecel Pelita Lumpang Bukti BRI Dorong UMKM Tumbuh
JAKARTA – Keberhasilan Pelita Lumpang Mas Menjadi Bukti Program Pemberdayaan BRI
Pencapaian Pelita Lumpang Mas menjadi bukti nyata dari upaya program pemberdayaan yang digagas BRI untuk mendorong UMKM untuk berkembang. Kini, Pelita Lumpang Mas telah menjadi salah satu produk sambal khas Pacitan yang memiliki daya saing tinggi, bahkan berhasil menembus pasar nasional dengan omzet bulanan mencapai ratusan juta rupiah.
“BRI tetap berkomitmen sebagai mitra pertumbuhan untuk pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Melalui pembiayaan serta berbagai program pelatihan, pendampingan, dan akses pasar melalui expo dan pameran, kami ingin memastikan UMKM seperti Pelita Lumpang Mas tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di pasar nasional bahkan global,” ungkap Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi.
BRI meyakini, UMKM seperti Pelita Lumpang Mas adalah tulang punggung perekonomian nasional. Dengan berbagai program pemberdayaan, BRI terus berkomitmen untuk menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.
Kekhasan Sambal Pecel Pelita Lumpang
Salah satu keunikan Sambal Pecel Pelita Lumpang adalah penggunaan jeruk purut sebagai bahan utama, menggantikan kencur yang lebih umum digunakan di daerah lain. Jeruk purut tidak hanya memberikan aroma yang lebih segar tetapi juga memberikan warna yang lebih cerah dan menarik.
Selain bahan, proses produksi juga menjadi perhatian utama. Pelita Lumpang Mas menggabungkan teknologi dengan sentuhan tradisional. Contohnya, pengolahan kacang tanah dilakukan dengan cara dioven, bukan digoreng. Hasilnya, sambal pecel lebih sehat, rendah minyak, dan dapat bertahan hingga satu tahun tanpa bahan pengawet.
“Beberapa tahap tetap dilakukan secara manual untuk menjaga kualitas rasa. Misalnya, proses pencampuran bumbu yang masih menggunakan lumpang, sesuai dengan filosofi nama merek kami,” jelas Sri.
