AS Investasikan Rp4 Triliun untuk Fasilitas Baru di Inggris demi Mendukung Operasi Nuklir
AS Investasikan Rp4 Triliun untuk Fasilitas Baru di Inggris demi Mendukung Operasi Nuklir
WASHINGTON – Amerika Serikat berencana mengalokasikan dana sebesar USD253 juta (Rp4 triliun) untuk dua proyek konstruksi besar, yakni Pos Komando Utama yang diperkuat dan Kompleks Operasi Defender, di pangkalan udara RAF Lakenheath di Inggris. Proyek ini bertujuan untuk mendukung misi nuklir di masa depan.
Rencana ini diungkap dalam laporan anggaran tahun fiskal 2026 Angkatan Udara AS yang baru saja dipublikasikan.
Proyek-proyek ini mencakup Pos Komando Utama dengan anggaran USD104 juta dan Kompleks Operasi Defender senilai USD149 juta.
Proyek-proyek ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mempersiapkan pangkalan tersebut menjalankan misi Surety, yang difokuskan pada menjaga keselamatan, keamanan, dan kontrol atas aset nuklir.
Peningkatan ini dirancang untuk memodernisasi kemampuan pangkalan dalam memimpin operasi dan merespons cepat potensi ancaman yang melibatkan senjata khusus.
Pembangunan ini berlangsung di tengah berbagai laporan media minggu ini bahwa senjata nuklir AS, terutama bom gravitasi termonuklir B61-12, telah dipindahkan ke fasilitas penyimpanan aman yang baru dibangun di RAF Lakenheath. Ini menandai kembalinya senjata tersebut ke tanah Inggris untuk pertama kalinya sejak setidaknya tahun 2008.
Bom-bom ini, yang dilaporkan diterbangkan dari Pusat Senjata Nuklir Angkatan Udara AS di New Mexico, adalah senjata taktis berdaya ledak rendah yang telah dimodernisasi dengan daya ledak variabel dan panduan presisi, serta kompatibel dengan pesawat F-35A Lightning II yang dioperasikan oleh Skuadron Tempur ke-493 dan ke-495 Wing Tempur ke-48 di pangkalan tersebut.
