Rusia Bertahan Menghadapi Barat, Bagaimana Kondisi Ekonominya?
Rusia Bertahan Menghadapi Barat, Bagaimana Kondisi Ekonominya?
JAKARTA – Rusia saat ini menghadapi tantangan dari Barat secara mandiri untuk pertama kalinya dalam sejarah dan harus bergantung pada kemampuannya sendiri. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dalam sebuah forum bertajuk ‘Territory of Meanings’.
Saat ini, Lavrov menekankan situasi geopolitik yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dihadapi Rusia setelah meningkatnya konflik dengan Ukraina pada tahun 2022, yang memicu ketegangan dengan Barat.
“Tugas utama adalah mengalahkan musuh. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Rusia bertarung sendirian melawan seluruh Barat. Pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II, kami memiliki sekutu. Sekarang kami tidak memiliki sekutu di medan perang. Jadi kami harus bergantung pada diri kami sendiri dan tidak membiarkan adanya kelemahan,” ujarnya.
Baca Juga: Cadangan Internasional Rusia Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Rp11.137 Triliun
Negara ini tidak memiliki pilihan lain selain mengandalkan dirinya sendiri, tegas menteri luar negeri tersebut. Lavrov juga menekankan bahwa Rusia tidak akan mundur dari tuntutan keamanan yang memicu konflik dengan Ukraina.
“Kami menegaskan bahwa tuntutan kami adalah sah… tidak boleh ada penarikan Ukraina ke dalam NATO, tidak boleh ada perluasan NATO sama sekali. Itu sudah meluas hingga ke perbatasan kami, bertentangan dengan semua janji dan dokumen yang telah diadopsi,” tegasnya.
Lavrov juga menambahkan bahwa penyelesaian konflik harus mengakui realitas teritorial baru di lapangan. Ia juga membandingkan perilaku Barat dengan perilaku pengganggu anak-anak.
