Pemprov DKI Kurangi Pajak Pembelian BBM 5%, Apakah Harga Bensin Akan Turun?
Pemprov DKI Kurangi Pajak Pembelian BBM 5%, Apakah Harga Bensin Akan Turun?
JAKARTA – Fabby Tumiw, pengamat energi yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), berpendapat bahwa kebijakan pengurangan pajak BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk kendaraan pribadi menjadi 5% dan 2% untuk kendaraan umum akan berdampak pada harga BBM di SPBU.
Menurutnya, jika potongan pajak BBM yang direncanakan mulai berlaku Mei 2025 diterapkan, maka harga BBM di SPBU, khususnya di Jakarta, akan mengalami penurunan dari harga yang ada sekarang. Ini karena tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) secara langsung dibebankan kepada konsumen.
“Dampaknya memang harga BBM di Jakarta per bulan Mei nanti mestinya akan turun, karena komponen pajak kan berkurang,” jelas Fabby ketika dihubungi BERITA88, Sabtu (26/4/2025).
Saat ini, tarif PBBKB yang dikenakan adalah 10% untuk kendaraan pribadi dan 5% untuk angkutan umum. Hal ini diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 mengenai Pajak dan Retribusi Daerah, yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
Aturan tersebut menentukan harga jual BBM di seluruh SPBU yang ada saat ini di Jakarta. Namun, ketika Pemprov Jakarta menurunkan beban pajak tersebut, harga jual BBM pun akan turun.
Fabby memberikan contoh, harga Pertalite saat ini dijual seharga Rp10.000 per liter, yang sudah mencakup pajak PBBKB 10%. Jika tarif pajak diturunkan menjadi 5%, maka harga jual Pertalite di SPBU diperkirakan menjadi Rp9.500 per liter.
“Kalau mobil begitu ya, misalnya beli bahan bakar sampai Rp500 ribu, dari Rp500 ribu itu 10%-nya adalah pajak. Tapi kalau diturunkan menjadi 5%, berarti kan ada potongan Rp25 ribu. Jadi yang biasanya bayar Rp500 ribu, sekarang bayarnya Rp475 ribu,” tambahnya.
Namun demikian, Fabby mengingatkan bahwa jika harga BBM turun, konsumsi BBM kemungkinan akan meningkat. Bahkan jika harga BBM di Jakarta lebih murah, bukan tidak mungkin kendaraan dari luar Jakarta akan mengisi BBM di wilayah ini.
“Dampaknya memang harga BBM bisa lebih murah, tapi kalau harga BBM lebih murah, akan berdampak pada konsumsi BBM yang naik biasanya,” pungkasnya.


