Internasional

Upacara Pemakaman Paus Fransiskus Dilaksanakan dengan Kesederhanaan

Upacara Pemakaman Paus Fransiskus Dilaksanakan dengan Kesederhanaan

VATICAN CITY – Saat jutaan orang di seluruh dunia berduka atas kepergian Paus Fransiskus, Gereja Katolik Roma melaksanakan upacara pemakamannya. Diperkirakan biaya pemakaman tersebut lebih rendah dibandingkan dengan para paus sebelumnya.

Jenazah Paus Fransiskus telah ditempatkan di Basilika Santo Petrus sejak Rabu, memungkinkan umat beriman untuk memberikan penghormatan terakhir mereka. Para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, juga diperkirakan hadir di Vatikan untuk mengikuti upacara pemakaman yang berlangsung pada Sabtu pagi.

Berbeda dengan pendahulunya, Paus Fransiskus meminta pemakaman yang lebih sederhana. Pada tahun 2024, ia telah mengubah aturan pemakaman tradisional yang biasanya menggunakan tiga peti mati dari cemara, ek, dan timah. Berdasarkan aturan baru ini, paus dapat dimakamkan dalam satu peti mati yang terbuat dari kayu berlapis seng. Perubahan ini juga memungkinkan pemakaman di luar Vatikan, sesuai keinginan Paus Fransiskus.

Peti matinya akan dipindahkan ke Basilika St Mary Major, sebuah gereja di luar tembok Vatikan, tempat ia menginginkan makam sederhana di dalam tanah. Paus Fransiskus akan menjadi paus pertama yang dimakamkan di sana sejak tahun 1600-an dan yang pertama dalam lebih dari satu abad yang dimakamkan di luar Vatikan.

Paus Fransiskus, yang terpilih pada tahun 2013, dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana. Paus asal Argentina ini memilih tinggal di wisma tamu Vatikan daripada di Istana Apostolik yang megah, dan sering menggunakan sarana transportasi yang sederhana.

“Dia selalu lebih senang pergi ke tempat-tempat yang dihuni oleh orang biasa, bukan gedung kekuasaan atau istana,” kata Massimo Faggioli, profesor Teologi dan Studi Agama di Universitas Villanova di Pennsylvania, kepada BERITA88.

Dalam wasiat terakhirnya yang diumumkan pada hari Senin, Paus Fransiskus menyatakan bahwa pemakamannya akan diatur oleh seorang dermawan yang tidak disebutkan namanya, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Pemakaman tersebut akan dilaksanakan di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore.

“Hal ini berkaitan dengan simbol, karena dalam agama Katolik, simbol sangat penting, dan ini adalah salah satu contohnya,” tambah Faggioli.