Pope Francis dan Upayanya dalam Dialog Antaragama untuk Perdamaian
Pope Francis dan Upayanya dalam Dialog Antaragama untuk Perdamaian
Ridwan Al-Makassary
Direktur Center of Muslim Politics and World Politics (COMPOSE), UIII
Koordinator Sepuluh Tahun Dialog dan Aksi Regional KAICIID untuk Dialog Antar Agama di Asia Tenggara
Kehilangan Dunia
Dunia berduka atas meninggalnya Pope Francis. Beliau menghembuskan nafas terakhir di Domus Sanctae Marthae, Vatikan, karena gagal jantung pada hari Senin Paskah, 21 April 2025, di usia 88 tahun.
Pope Francis meninggalkan wasiat spiritual pada 29 Juni 2022, menginginkan pemakaman sederhana di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, karena kedekatannya dengan ikon Maria ‘Salus Populi Romani’ yang ada di sana. Ini adalah keputusan yang berbeda dari kebanyakan pendahulunya yang memilih Basilika Santo Petrus sebagai tempat peristirahatan terakhir.
Kehebatan Pope Francis melampaui dunia fana. Hal ini terlihat dari misa pemakamannya yang dihadiri para pemimpin dunia dan lebih dari 250.000 pelayat, serta lebih dari 130 delegasi dari seluruh dunia.
Kehadiran Para Tokoh Dunia
Pemimpin dunia seperti Presiden AS Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dan anggota keluarga kerajaan dari berbagai negara turut hadir. Dari Indonesia, Presiden Prabowo mengirimkan mantan Presiden Joko Widodo, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan Natalius Pigai untuk menghadiri pemakaman tersebut. Misa pemakaman yang diadakan pada Sabtu, 26 April 2025, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re.
Warisan Pope Francis
Warisan Pope Francis mencakup keadilan sosial, inklusivitas, reformasi Vatikan, Dialog Antar-Iman, dan kepribadiannya yang sederhana. Dalam tulisan ini, kita akan menyoroti warisan beliau di bidang Dialog Antar-Iman, yang menjadikannya salah satu pemimpin agama paling berani dalam sejarah modern. Namun, sebelum mendalami warisan ini, mari kita kenal lebih jauh tentang Pope Francis dari perspektif yang lengkap.
Profil Singkat
Lahir pada 17 Desember 1936 di Buenos Aires, Argentina, Pope Francis memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio. Ia adalah Paus ke-266 dari Gereja Katolik Roma, Paus pertama dari Amerika, Paus Yesuit pertama, dan yang pertama menggunakan nama ‘Fransiskus,’ terinspirasi dari St. Fransiskus dari Assisi yang melambangkan kerendahan hati, perdamaian, dan komitmen kepada mereka yang miskin.
Sebelum menjabat sebagai Paus, Bergoglio adalah Uskup Agung Buenos Aires dan dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana, sering menggunakan transportasi umum dan tinggal di apartemen sederhana. Beliau ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1969 dan diangkat menjadi kardinal pada tahun 2001 oleh Paus Yohanes Paulus II. Dalam pelayanannya, ia berfokus pada keadilan sosial dan advokasi untuk kaum marjinal serta pelayanan pastoral.
Kepemimpinan Sebagai Paus
Pada 13 Maret 2013, Pope Francis terpilih setelah pengunduran diri Paus Benediktus XVI. Masa kepausannya ditandai dengan penekanan pada belas kasihan, inklusivitas, pengelolaan lingkungan (terutama melalui ensikliknya Laudato Si’), dan Dialog Antar-Iman.
Dia selalu mendukung hak-hak pengungsi, orang miskin, dan korban ketidakadilan, menempatkan Gereja sebagai suara welas asih dalam isu global. Dikenal karena kerendahan hati dan kepemimpinan yang berpikiran reformasi, Pope Francis telah berusaha mendekatkan gereja dengan masyarakat umum dan menangani tantangan global modern, termasuk perubahan iklim, migrasi, dan ketidaksetaraan ekonomi.
