Apakah Modi Mendapatkan Karma atas Kebijakan Ketatnya di Kashmir?
Apakah Modi Mendapatkan Karma atas Kebijakan Ketatnya di Kashmir?
NEW DELHI – Perdana Menteri India, Narendra Modi, kembali menegaskan bahwa para pelaku dan dalang di balik serangan Pahalgam akan menghadapi tindakan yang paling keras.
Modi menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi ketika demokrasi semakin kuat di Kashmir, meskipun ia tidak merinci langkah-langkah yang diambil untuk memperkuat demokrasi di wilayah Kashmir yang dikelola India.
Menurut laporan BERITA88, pada tahun 2019, pemerintahan Modi mencabut status khusus Kashmir dan menempatkannya di bawah kendali pemerintah pusat. Pemerintah daerah yang terpilih secara demokratis sejak tahun lalu hampir tidak memiliki suara dalam pengelolaan wilayah tersebut.
Apakah Modi Terkena Karma?
Para pakar berpendapat bahwa pendekatan Modi yang berfokus pada keamanan justru semakin membuat warga Kashmir merasa terasing. Penduduk Kashmir telah lama menderita akibat kekerasan sejak pemberontakan bersenjata pecah pada akhir 1980-an. Para pemberontak Kashmir, yang menginginkan kemerdekaan atau bergabung dengan Pakistan, telah melawan pemerintahan India sejak saat itu.
Dalam program radionya, Mann Ki Baat, Modi menyampaikan bahwa dia menerima panggilan, surat, dan pesan dari para pemimpin dunia yang mengutuk serangan tersebut, dan menyatakan bahwa seluruh dunia mendukung 1,4 miliar warga India dalam perjuangan melawan terorisme.
Sementara itu, Angkatan Laut India mengumumkan bahwa mereka melakukan latihan untuk memvalidasi dan menunjukkan kesiapan platform, sistem, dan awak untuk melakukan serangan presisi jarak jauh, tanpa memberikan detail tempat pelaksanaan latihan tersebut.
Surat kabar Indian Express mengutip sumber pemerintah pada hari Minggu yang menyatakan bahwa akan ada pembalasan militer dan para pejabat tengah membahas sifat dari serangan tersebut.
PM Modi juga mengulangi janjinya pada hari Minggu bahwa para korban serangan Pahalgam akan mendapatkan keadilan. Dalam pidato radionya kepada warga, Modi mengatakan, “Teroris dan pendukung mereka ingin Kashmir kembali hancur. Itulah mengapa konspirasi besar ini dibuat.”
Kemudian, pasukan di Kashmir yang dikelola India telah menghancurkan rumah dua orang yang diduga terlibat dalam serangan paling mematikan terhadap warga sipil di wilayah yang dipersengketakan itu dalam hampir dua dekade.
