Berita

ITB Ambil Sikap Tegas terhadap Mahasiswa yang Terlibat Joki di UTBK 2025

ITB Ambil Sikap Tegas terhadap Mahasiswa yang Terlibat Joki di UTBK 2025

JAKARTA – ITB mengeluarkan pernyataan tegas terkait insiden perjokian dalam UTBK 2025 seperti yang diumumkan oleh Panitia SNPMB pada konferensi pers, Rabu (29/5/2025).

Sebelumnya, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025, Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa ada joki yang tertangkap di pusat UTBK ISBI Bandung.

Viral di X Keliru Pasang Foto Peserta UTBK 2025 Pakai Joki, Panitia SNPMB Klarifikasi

Nama asli dari joki tersebut adalah Lukas Valentino Nainggolan. Peserta yang menggunakan jasa joki ini sementara teridentifikasi sebanyak 4 orang. Kami masih melacak keterlibatan mereka,” katanya melalui YouTube SNPMB ID.

Tanggapan ITB

ITB menanggapi kejadian ini dengan mengonfirmasi bahwa individu yang terlibat adalah mahasiswa aktif di kampus. Namun, insiden tersebut tidak terjadi di pusat UTBK ITB.

“Kami perlu menginformasikan bahwa kejadian tersebut bukan terjadi di pusat UTBK ITB,” ujar perwakilan ITB dari laman resmi mereka, Kamis (1/5/2025).

Panitia SNPMB: Mayoritas Pelaku Kecurangan UTBK 2025 Peserta dari Fakultas Kedokteran

ITB sangat menyayangkan tindakan tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang seharusnya menjunjung tinggi etika akademik, dan oleh karena itu, ITB segera mengambil langkah-langkah penegakan aturan akademik dan kemahasiswaan.

Bentuk Komisi Khusus

Dalam upaya menanggapi keterlibatan mahasiswa tersebut, ITB telah membentuk Komisi Pelanggaran Akademik dan Kemahasiswaan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus ini.

Komisi ini bertugas untuk memeriksa dugaan pelanggaran yang dilakukan dan akan merekomendasikan sanksi kepada Rektor ITB sesuai ketentuan jika terbukti bersalah.

“Untuk dugaan tindak pidana, kami menyerahkan penanganannya kepada pihak kepolisian,” tambah ITB.

ITB berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab akademik, serta terus berupaya menjaga kepercayaan publik dan mendorong terciptanya budaya akademik yang jujur, bersih, dan beretika.