politik

AS Mendorong Negosiasi Langsung Antara Rusia dan Ukraina Tanpa Mediator

WASHINGTON

Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk tidak lagi berperan sebagai mediator dalam negosiasi antara Rusia dan Ukraina, seperti yang diungkapkan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri Tammy Bruce. Dalam konferensi pers rutin pada hari Kamis (1/5/2025), Bruce menyampaikan bahwa sudah saatnya kedua belah pihak menyusun solusi mereka sendiri dan terlibat dalam dialog langsung.

Trump sebelumnya berjanji untuk mengakhiri konflik Ukraina “dalam waktu 24 jam” jika terpilih, meskipun kemudian ia menyebut klaim tersebut sebagai “berlebihan.” Sejak menduduki jabatan pada bulan Januari, ia mendorong kedua belah pihak untuk memberlakukan gencatan senjata, meskipun merasa frustrasi dengan lambatnya kemajuan perundingan.

Trump juga memperingatkan bahwa AS dapat menarik diri dari proses perdamaian jika terus mengalami kemacetan. Sebelumnya, Moskow menyatakan kesiapan untuk memulai perundingan langsung dengan Kiev “tanpa prasyarat,” sementara Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan Rusia untuk mematuhi gencatan senjata singkat selama perayaan Hari Kemenangan pekan depan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menanggapi pengumuman gencatan senjata Rusia tersebut sebagai “manipulasi.”

“Kami tidak akan menjadi mediator,” ujar Bruce kepada wartawan saat ditanya mengenai peran Washington di masa mendatang. Ia menambahkan, “Kami tentu masih berkomitmen untuk hal ini dan akan membantu serta melakukan apa yang kami bisa, tetapi kami tidak akan bepergian ke seluruh dunia semata-mata untuk memediasi pertemuan.”

“Sudah waktunya bagi kedua negara yang terlibat dalam konflik ini untuk mengajukan proposal konkret tentang bagaimana konflik ini berakhir. Itu terserah mereka,” tambah Bruce.