Pangeran Harry Gagal Mendapatkan Kembali Pengamanan Kerajaan Inggris
Pangeran Harry Gagal Mendapatkan Kembali Pengamanan Kerajaan Inggris
INGGRIS – Pangeran Harry dilaporkan mengalami kekalahan dalam upayanya untuk mendapatkan kembali pengamanan polisi yang dibiayai negara saat berada di Inggris. Pada tanggal 2 Mei 2025, Pengadilan Banding di Inggris menolak banding yang diajukan oleh Duke of Sussex, memperkuat keputusan sebelumnya yang menolak permohonan Harry untuk memulihkan keamanan kerajaan selama kunjungan pribadinya ke tanah airnya.
Keputusan ini memperkuat posisi Kementerian Dalam Negeri Inggris dan Komite Eksekutif untuk Perlindungan Kerajaan dan VIP (Ravec), yang bertanggung jawab mengatur keamanan tokoh-tokoh penting di negara tersebut, termasuk Pangeran Harry dan Keluarga Kerajaan.
Pengadilan menyatakan bahwa kebijakan Ravec yang menetapkan keamanan berdasarkan kasus per kasus, dan bukan perlindungan permanen, adalah pendekatan yang masuk akal. Presiden Pengadilan Banding, Hakim Geoffrey Vos, menyampaikan bahwa meskipun kekhawatiran pribadi Harry dapat dimengerti, kekhawatiran tersebut tidak memiliki dasar hukum yang cukup kuat untuk mengubah kebijakan yang ada.
“Setelah menelaah seluruh dokumen dan argumen yang disampaikan, saya menyimpulkan bahwa keluhan Duke tidak berlandaskan pada argumen hukum yang dapat membatalkan keputusan Ravec,” ujar Vos dilaporkan dari BERITA88.
Dalam putusannya, pengadilan juga menyoroti bahwa adik Pangeran William tersebut dianggap berada di luar kelompok bangsawan aktif dan bermukim di luar negeri, sehingga perlindungan menyeluruh dari negara tidak lagi berlaku secara otomatis. Namun, jika diperlukan, pangeran berusia 40 tahun itu tetap bisa mendapatkan perlindungan sementara saat berada di Inggris sesuai kebijakan khusus yang diterapkan.
Kasus ini bermula sejak Harry dan istrinya, Meghan Markle, secara resmi mundur dari tugas-tugas kerajaan pada tahun 2020 dan menetap di Amerika Serikat. Keputusan tersebut membuat mereka kehilangan hak atas pengamanan kerajaan, yang kemudian menjadi sumber konflik berkepanjangan antara putra bungsu Raja Charles III dan otoritas Inggris.
Putusan Pengadilan Banding ini berpotensi mempengaruhi frekuensi dan kenyamanan kunjungan Harry ke Inggris. Tanpa perlindungan negara, keselamatan pribadi Duke dan keluarganya saat berada di Inggris mungkin lebih rentan dan bergantung pada keamanan pribadi yang mereka siapkan sendiri.
Selain menjadi pukulan pribadi, hasil persidangan ini juga menegaskan prinsip bahwa perlindungan negara tidak berlaku secara otomatis untuk mantan anggota keluarga kerajaan yang tidak lagi menjalankan tugas resmi. Kementerian Dalam Negeri menyambut baik keputusan tersebut dan menyatakan bahwa sistem keamanan Inggris telah dirancang secara ketat, bertanggung jawab, dan proporsional terhadap kondisi tiap individu.
