Mengenal Perbedaan Rukun dan Wajib Haji
Perbedaan Rukun dan Wajib Haji, Apa Saja?
Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 oleh BERITA88 telah dimulai. Setiap muslim perlu memahami apa saja yang harus dilakukan saat menunaikan ibadah haji, termasuk memahami perbedaan antara rukun dan wajib haji.
Menurut NU Online dan Mazhab Syafi’i, ada perbedaan antara rukun dan wajib haji, yang tidak ditemukan dalam ibadah lainnya. Rukun haji merupakan bagian inti dari ibadah haji dan menentukan keabsahannya. Rukun ini tidak dapat digantikan dengan denda apapun.
Di sisi lain, wajib haji tidak mempengaruhi keabsahan haji, namun jika ditinggalkan tanpa alasan yang sah, pelakunya akan berdosa. Praktik rukun dan wajib haji memiliki beberapa perbedaan dan persamaan. Berikut tata cara pelaksanaan rukun dan wajib haji.
Rukun Haji Menurut Syekh Ba’asyin
- Ihram, yaitu niat untuk melaksanakan ibadah haji.
- Wukuf di Arafah, yang berlangsung dari tergelincirnya matahari pada 9 Dzulhijjah (hari Arafah) hingga terbitnya fajar pada 10 Dzulhijjah (Idul Adha).
- Thawaf, yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.
- Sa’i, berlari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah, dan sebaliknya sebanyak tujuh kali.
- Tahallul, memotong rambut paling lambat pada 10 Dzulhijjah.
Semua rukun ini harus dilakukan dalam ibadah haji, karena menentukan keabsahannya. Berbeda dengan wajib haji, jika ditinggalkan, dapat diganti dengan dam sementara hajinya tetap sah.
Pasal mengenai wajib haji. Wajib haji adalah sejumlah hal yang mana haji tetap sah tanpanya, tetapi meninggalkannya tanpa alasan akan mendatangkan dosa. (Lihat Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin, Buysral Karim, [Beirut, Darul Fikr: 2012 M/1433-1434 H], juz II, halaman 539)
Wajib Haji
- Ihram dari miqat.
- Tawaf wada.
- Mabit di Muzdalifah.
- Melempar jumrah aqabah tujuh kali.
- Melempar tiga jumrah di hari tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
- Mabit pada malam tasyriq.
