Transportasi

Garuda Indonesia Setop Operasional 15 Pesawat, Apa Penyebabnya?

Garuda Indonesia Setop Operasional 15 Pesawat, Apa Penyebabnya?

JAKARTA – Garuda Indonesia telah menghentikan operasional 15 pesawat, termasuk yang dimiliki oleh anak perusahaannya, Citilink Indonesia, akibat masalah pengadaan suku cadang yang muncul dari gangguan rantai pasok global.

Direktur Teknik Garuda Indonesia, Rahmat Hanafi, menyatakan bahwa gangguan ini berdampak pada pemeliharaan berkala armada atau heavy maintenance yang harus dijadwalkan ulang. “Sebanyak satu pesawat Garuda dan 14 pesawat Citilink saat ini belum dapat dioperasikan karena menunggu ketersediaan suku cadang untuk perawatan intensif,” ujarnya dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Selasa (6/5).

Menurut Rahmat, tantangan ini dihadapi bukan hanya oleh Garuda, tetapi hampir seluruh pelaku industri penerbangan global. Krisis pasokan suku cadang pascapandemi menyebabkan waktu tunggu perawatan menjadi lebih lama dari biasanya.

Meski demikian, proses pemeliharaan tetap mengacu pada standar keselamatan dan kelaikan udara yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan. “Kami memastikan seluruh armada yang saat ini menjalani perawatan akan kembali dioperasikan setelah seluruh proses pemeliharaan selesai tahun ini,” jelas Rahmat.

Laporan dari Bloomberg sebelumnya menyatakan bahwa penghentian sementara ini juga dipengaruhi oleh tantangan finansial yang dihadapi Garuda Indonesia. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa sejumlah pemasok meminta pembayaran di muka untuk layanan dan suku cadang yang diperlukan, seiring dengan kekhawatiran terhadap kondisi keuangan maskapai.

Langkah penghentian operasional ini menimbulkan kekhawatiran mengenai konsistensi program pemulihan Garuda Indonesia setelah proses restrukturisasi yang digagas pemerintah beberapa waktu lalu.