AS Kurangi Jumlah Jenderal Bintang Empat hingga 20 Persen, Apa Alasannya?
AS Kurangi Jumlah Jenderal Bintang Empat hingga 20 Persen, Apa Alasannya?
WASHINGTON – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, telah memerintahkan pengurangan 20 persen dalam jumlah jenderal dan laksamana bintang empat yang aktif bertugas di militer AS.
Langkah ini terungkap dalam sebuah memo dari Hegseth dan menjadi bagian dari perombakan signifikan di Pentagon di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, yang telah menggantikan sejumlah perwira senior tahun ini.
Memo tersebut juga mengusulkan pengurangan tambahan sebesar 10 persen dalam jumlah perwira jenderal dan perwira tinggi, serta pemangkasan 20 persen dalam jumlah perwira jenderal di Garda Nasional.
Namun, memo tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana pengurangan ini akan dilaksanakan.
Per Maret 2025, terdapat 38 perwira bintang empat—pangkat tertinggi yang dapat dicapai di militer AS—dan total 817 jenderal serta laksamana di pasukan tugas aktif.
“Pengurangan ini bertujuan untuk menghilangkan struktur pasukan yang berlebihan guna mengoptimalkan dan merampingkan kepemimpinan dengan mengurangi posisi jenderal dan perwira tinggi yang tidak diperlukan,” bunyi memo tersebut, seperti dilaporkan oleh AFP, Selasa (6/5/2025).
Hegseth kemudian membagikan sebuah video di platform X tentang perubahan ini, dan menyebutnya sebagai “lebih sedikit jenderal, lebih banyak prajurit.”
Dalam videonya, dia menyatakan bahwa meskipun ukuran militer selama Perang Dunia II jauh lebih besar, jumlah perwira tinggi pada masa itu lebih sedikit.
Hegseth menjelaskan bahwa pemangkasan akan dilakukan dalam dua tahap, dimulai dengan pengurangan untuk perwira bintang empat dan jenderal Garda Nasional, diikuti dengan pemangkasan 10 persen untuk jumlah jenderal dan laksamana secara keseluruhan.
