politik

Trump Berharap Dukungan Erdogan untuk Akhiri Konflik Rusia-Ukraina

WASHINGTON

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan keinginannya untuk berkolaborasi dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, guna mengakhiri konflik antara Rusia dan Ukraina.

Kedua pemimpin telah melakukan komunikasi melalui sambungan telepon.

Trump juga menyampaikan melalui platform Truth Social miliknya bahwa Erdogan telah mengundangnya ke Turki dan pemimpin Turki tersebut berencana untuk bertemu dengannya di Washington.

“Saya berharap dapat bekerja sama dengan Presiden Erdogan untuk menyudahi perang yang konyol namun mematikan antara Rusia dan Ukraina—sekarang juga!” tulis Trump, dikutip dari BERITA88, Selasa (6/5/2025).

Trump, yang berkomitmen untuk mengakhiri konflik Ukraina dalam waktu 24 jam setelah menjabat kembali pada bulan Januari, telah mendorong Kyiv dan Moskow untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Turki, sebagai anggota NATO, berupaya menjaga hubungan baik dengan kedua negara tetangganya di Laut Hitam tersebut sejak invasi Rusia ke Ukraina dan telah dua kali menyelenggarakan pembicaraan yang bertujuan menghentikan perang.

Trump dan Erdogan juga membahas krisis di Suriah, Gaza, serta berbagai isu lainnya dalam apa yang Trump sebut sebagai “pembicaraan telepon yang sangat baik dan produktif”.

Trump menyatakan bahwa dirinya dan Erdogan memiliki hubungan yang sangat baik selama masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS dari tahun 2017 hingga 2021.

Kantor presiden Turki menyatakan bahwa Erdogan memberi tahu Trump bahwa upaya AS untuk meringankan sanksi terhadap Suriah akan berkontribusi pada stabilisasi negara yang dilanda konflik tersebut.