Sambut Waisak, Kemenag Tingkatkan Gerakan Sosial dan Ekoteologi
Sambut Waisak, Kemenag Tingkatkan Gerakan Sosial dan Ekoteologi
JAKARTA – Dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE/Tahun 2025, Kementerian Agama (Kemenag) mengadakan berbagai kegiatan keagamaan serta memperkuat gerakan sosial dan ekoteologi. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, mulai dari 11 April hingga 12 Mei 2025.
Menurut Supriyadi, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Program Prioritas Menteri Agama Nasaruddin Umar. Tema Hari Raya Tri Suci Waisak tahun ini adalah ‘Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia’.
Baca juga: 38 Bhikkhu dari Bangkok Bakal Jalan Kaki ke Candi Borobudur di International Thudong 2025
Supriyadi menjelaskan bahwa pihaknya mengadakan kegiatan internalisasi Dhamma dengan nama Vesakha Sananda 2569 BE/Tahun 2025, yang mencakup pendalaman Dhamma, ekoteologi, hingga bakti sosial sejak 11 April 2025.
Program pendalaman Dhamma selama satu bulan meliputi Pembacaan Paritta di Vihara, Cetiya, dan Kampus, pembacaan Dhammapada, gerakan Vikala Bhojana, gerakan Atthasila di hari Uposatha, dan Dhamma Talk.
Untuk kegiatan ekoteologi, dilakukan penanaman pohon matoa, pohon kesadaran, Pohon Bodhi (ficus religiosa), dan Pohon Sala (shorea robusta). Penanaman ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Nomor 182 Tahun 2025 tentang Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa.
Baca juga: Menag Minta Umat Buddha Tonjolkan Kesakralan saat Waisak 2025 di Candi Borobudur
Selain penanaman pohon, gerakan eco enzyme dan pemilahan sampah, serta penanaman apotek hidup di lingkungan rumah ibadah dan kampus juga digencarkan.
Kegiatan sosial lainnya, lanjut Supriyadi, meliputi pembersihan rumah ibadah Agama Buddha serta donor darah atau pengobatan gratis yang dilaksanakan serentak pada 30 April 2025.
Gerakan-gerakan ini bertujuan memberikan pedoman pelaksanaan kegiatan keagamaan menjelang Hari Raya Tri Suci Waisak, serta mendorong keterlibatan aktif seluruh umat Buddha dalam memperkuat nilai-nilai Dhamma.
Harapannya, gerakan ini dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial umat Buddha serta mewujudkan semangat keberagamaan yang damai dan berwawasan lingkungan.
Diperkirakan, sekitar 100.000 umat akan menghadiri perayaan nanti. Untuk menjaga candi dan kekhusyukan ibadah, jumlah orang di Zona 1 Candi Borobudur dibatasi hingga sekitar 5.000 orang.
