politik

Parade Hari Kemenangan: Ujian Besar bagi Putin, Ini 4 Alasannya

Parade Hari Kemenangan: Ujian Besar bagi Putin, Ini 4 Alasannya

MOSKOW – Pada setiap tanggal 9 Mei, Rusia merayakan Hari Kemenangan, menandai kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II melawan Nazi Jerman. Hari libur nasional ini mengenang pengorbanan tentara dan warga sipil Soviet selama apa yang disebut Joseph Stalin sebagai “Perang Patriotik Raya.” Berikut adalah sekilas sejarah dan perkembangan Hari Kemenangan ini.

Menurut BERITA88, Hari Kemenangan merupakan hari libur non-keagamaan paling penting di Rusia. Uni Soviet mengalami 24 juta korban selama perang, baik tentara maupun warga sipil—salah satu angka korban tertinggi di dunia. Untuk masyarakat Rusia, tanggal 9 Mei melambangkan ketahanan, pengorbanan, dan patriotisme.

1. Gencatan Senjata sebagai Solusi

Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan gencatan senjata tiga hari dengan Ukraina antara tanggal 7 dan 9 Mei bertepatan dengan perayaan Hari Kemenangan. Namun, Kyiv menolak usulan ini, dengan Presiden Zelenskyy menyebutnya sebagai “pertunjukan teatrikal” yang bertujuan mengurangi isolasi internasional Rusia dan menciptakan suasana mendukung perayaan di Moskow.

Zelenskyy menyatakan bahwa usulan itu bukanlah langkah serius untuk mengakhiri perang dan menegaskan kembali dukungan Ukraina untuk inisiatif yang didukung AS agar ada gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari.

Presiden Ukraina juga memperingatkan bahwa riwayat pelanggaran gencatan senjata jangka pendek oleh Moskow menimbulkan ketidakpercayaan terhadap tawaran terbaru ini. “Mereka menyerang sampai tanggal 7, berhenti beberapa hari, lalu kembali menyerang pada tanggal 11,” ujarnya.

2. Ukraina Sudah Lancarkan Serangan Drone

Pada hari Senin, beberapa hari sebelum parade, saat latihan berlangsung di ibu kota Rusia, pihak berwenang melaporkan empat pesawat nirawak dicegat saat mendekati kota semalam.

Menurut laporan awal, tidak ada korban atau kerusakan akibat reruntuhan, kata Wali Kota Sergei Sobyanin melalui aplikasi pesan Telegram.

Ini bukan pertama kalinya pesawat nirawak Ukraina mencapai Moskow. Pada pertengahan Maret, otoritas melaporkan serangan pesawat nirawak terbesar dengan lebih dari 70 pesawat ditembak jatuh oleh pertahanan udara Rusia dan otoritas Moskow.

Zelenskyy menyatakan bahwa pesawat nirawak Ukraina kini dapat terbang jauh lebih jauh dan mencapai jangkauan hingga 3.000 km.

Kyiv telah memanfaatkan pesawat nirawak jarak jauh untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia, menargetkan infrastruktur militer seperti lapangan udara, kilang minyak, depot, dan pusat logistik.