Raja Charles III Berang dengan Tanggapan Berlebih Pangeran Harry soal Isu Keamanan Kerajaan
Raja Charles III Berang dengan Tanggapan Berlebih Pangeran Harry soal Isu Keamanan Kerajaan
INGGRIS – Raja Charles III dilaporkan merasa berang dengan tanggapan Pangeran Harry mengenai isu keamanan kerajaan yang tidak berhasil dipulihkan usai kalah banding di pengadilan. Setelah kekalahan tersebut, Harry kembali menjadi pusat perhatian setelah mengutarakan kritik keras terhadap Kerajaan Inggris dalam sebuah wawancara televisi terbaru.
Dalam wawancara yang disiarkan dari California, Pangeran Harry menyampaikan rasa kecewanya atas keputusan pengadilan yang menolak permintaannya untuk mendapatkan kembali perlindungan bersenjata selama berada di Inggris. Dia juga mengungkapkan bahwa ayahnya, Raja Charles III, enggan berdialog dengannya mengenai masalah tersebut.
Meski Harry mengungkapkan harapannya untuk berdamai dengan keluarganya, reaksi Charles dikatakan tidak positif. Menurut sumber dekat kerajaan, sang raja merasa marah dan lelah dengan pernyataan putra bungsunya tersebut yang dianggap menyudutkan kerajaan serta menambah beban bagi pemerintah dan masyarakat Inggris.
Menurut laporan dari BERITA88, Rabu (7/5/2025), teman dekat Charles menegaskan bahwa raja berusia 76 tahun tersebut tidak dapat ikut campur dalam urusan pengadilan untuk menjaga netralitas konstitusional. Namun, ia merasa kecewa karena putranya tidak menghormati prinsip tersebut.
Baca Juga: 5 Fakta Usaha Rujuk Pangeran Harry dan Raja Charles III, Keluarga Kerajaan di Ujung Damai?

Foto/People
“Yang membuatnya kesal secara pribadi bukan hanya soal keamanan, tapi karena ada kesan bahwa ia sebagai ayah tidak peduli terhadap keluarganya. Padahal, ia sangat mementingkan dampak keuangan dan sumber daya yang terkuras akibat kasus ini,” ujar sumber tersebut.
Dalam wawancara berdurasi 30 menit itu, adik Pangeran William ini menyalahkan sistem kerajaan, menuding adanya campur tangan dalam keputusan pengurangan keamanannya setelah mundur dari tugas kerajaan tahun 2020. Ia menyebut situasi ini sebagai “rekayasa institusional”, dan menuding perwakilan keluarga kerajaan di komite RAVEC telah memengaruhi keputusan keamanan.
Suami Meghan Markle ini juga mengungkapkan bahwa dirinya tak bisa kembali ke Inggris bersama istri dan anak-anak karena merasa situasi tidak aman. Ia mengatakan kehilangan akses perlindungan membuatnya ragu menunjukkan tanah kelahirannya kepada anak-anaknya, meskipun ia menegaskan rasa cintanya kepada Inggris.
“Saya tidak ingin terus terjebak dalam pertikaian ini. Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dalam konflik, apalagi saya bahkan tidak tahu berapa lama lagi ayah saya bisa hidup,” ujarnya dengan nada emosional.
