politik

Konflik Nuklir Antara India dan Pakistan Ancam Jutaan Jiwa

ISLAMABAD

Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (ICAN) menyatakan kekhawatiran mendalam terkait meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan. “Perang nuklir antara kedua negara ini dapat menewaskan jutaan orang secara langsung di kawasan tersebut dan menimbulkan dampak global,” ujar Melissa Parke, direktur eksekutif ICAN yang menerima Penghargaan Nobel Perdamaian 2017, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Parke memperingatkan tentang kemungkinan terjadinya “musim dingin nuklir” yang dapat mengacaukan sektor pertanian dunia dengan konsekuensi yang serius. Ia mendesak kedua negara untuk menahan diri dan mengurangi ketegangan, serta mengajak komunitas internasional untuk meningkatkan upaya menuju pelucutan senjata. “Satu-satunya cara untuk memastikan senjata ini tidak pernah digunakan adalah dengan melarang dan memusnahkannya,” tegas Parke.

Risiko eskalasi militer yang tidak disengaja antara India dan Pakistan tetap ada, meski ada upaya untuk mengendalikannya, menurut Chietigj Bajpaee, peneliti senior untuk Asia Selatan di Chatham House. “Tindakan dan pernyataan India, yang menyatakan bahwa mereka menargetkan kamp teroris dan bukan fasilitas militer, menunjukkan upaya mereka untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang konvensional atau nuklir yang lebih besar,” jelas Bajpaee dalam pernyataannya kepada Al Jazeera.

Bajpaee menambahkan bahwa India telah melancarkan operasi serangan presisi yang mirip dengan yang dilakukan pada tahun 2016 dan 2019 setelah serangan terhadap pasukan keamanan India. “Namun, kedua belah pihak tampaknya telah mengembangkan postur militer yang lebih agresif dalam beberapa tahun terakhir,” lanjutnya. “Masih harus dilihat apakah tindakan balasan terbatas ini cukup untuk menenangkan konstituen politik dalam negeri kedua negara dan kebijakan luar negeri yang nasionalis, atau justru akan memicu eskalasi yang lebih besar.”

“Selama kita melihat korban terbatas di Kashmir, dan tidak ada serangan terhadap instalasi militer dari kedua pihak, masih ada harapan bahwa konflik akan tetap terkendali,” tambahnya.