Olahraga

Kepedihan Arsenal: Lima Tahun Tanpa Gelar

Kepedihan Arsenal: Lima Tahun Tanpa Gelar

Harapan Arsenal untuk mengakhiri puasa trofi kembali sirna. Kekalahan 1-2 (agregat 1-3) dari Paris Saint-Germain (PSG) di semifinal Liga Champions 2024/2025 memastikan penantian gelar juara bagi The Gunners harus berlanjut ke musim berikutnya.

Dengan kegagalan ini, Arsenal kini telah menjalani lima musim kompetitif berturut-turut tanpa meraih satu pun trofi besar. Rentetan tanpa gelar ini menjadi kekecewaan besar bagi para Gooners di seluruh dunia.

Terakhir kali Arsenal meraih piala adalah pada musim 2019/2020, ketika mereka berhasil menjuarai Piala FA di bawah asuhan Mikel Arteta. Namun, sejak saat itu, Emirates Stadium belum lagi menjadi saksi perayaan juara.

Musim Tanpa Gelar:

  • Musim 2020/2021: Tanpa gelar, finis di posisi ke-8 Liga Inggris
  • Musim 2021/2022: Tanpa gelar, finis di posisi ke-5 Liga Inggris
  • Musim 2022/2023: Tanpa gelar, finis di posisi ke-2 Liga Inggris
  • Musim 2023/2024: Tanpa gelar, finis di posisi ke-2 Liga Inggris
  • Musim 2024/2025: Tanpa gelar, semifinal Liga Champions

Musim ini, harapan sempat tinggi. Arsenal menunjukkan performa mengesankan di Liga Inggris, bersaing ketat di papan atas. Namun, inkonsistensi di saat-saat penting kembali menghantui, membuat mereka harus puas menyaksikan Liverpool mengangkat trofi domestik.

Di panggung Eropa, perjalanan Arsenal juga harus terhenti di tangan PSG. Meskipun memberikan perlawanan sengit, kualitas dan pengalaman Les Parisiens menjadi pembeda. Kekalahan di Parc des Princes menambah panjang daftar kegagalan Arsenal di kompetisi tertinggi antarklub Eropa.

Lima tahun tanpa gelar ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan suporter dan pengamat. Meskipun Mikel Arteta dinilai telah membawa perubahan positif dalam tim, trofi juara tetap menjadi tolok ukur utama kesuksesan.

Kini, dengan berakhirnya musim 2024/2025 tanpa gelar, Arsenal kembali dihadapkan pada tantangan besar. Bagaimana mereka akan membangun kembali kekuatan, mengatasi mentalitas yang rapuh di saat-saat penting, dan akhirnya mengakhiri kutukan puasa gelar yang terlalu panjang?