Menjelang Muktamar X PPP, Kader Menolak Calon Ketua Umum dari Luar Partai
Menjelang Muktamar X PPP, Kader Menolak Calon Ketua Umum dari Luar Partai
JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menyelenggarakan Muktamar ke X pada pertengahan tahun 2025. Acara ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para kader di berbagai daerah.
Wakil Ketua DPC PPP Jakarta Selatan, Rahmat Somad, menyatakan bahwa Muktamar X merupakan momen kebangkitan PPP dalam menghadapi Pemilu mendatang.
“Pemilu 2024 harus menjadi bahan evaluasi karena PPP tidak berhasil lolos ke Senayan. Namun di daerah, kursi PPP tetap stabil dan bahkan ada peningkatan, termasuk dalam pilkada kemarin banyak kader PPP yang terpilih menjadi kepala daerah,” kata Rahmat.
Rahmat berharap agar Muktamar ini berjalan dengan lancar dan tidak menjadi sumber konflik baru. Sebab, para kader terutama di daerah sudah lelah dengan adanya konflik internal di PPP. “Sekarang saatnya bagi kader, pengurus, dan semua elemen partai untuk bersatu dan bekerja sama membesarkan kembali PPP,” tambah Rahmat.
Mengenai calon Ketua Umum PPP, Rahmat menilai wajar jika ada usulan nama-nama calon Ketua Umum PPP yang baru, tetapi ia mengkritisi secara halus manuver yang dilakukan oleh elite-elite PPP, terutama dengan munculnya nama-nama tokoh yang bukan dari kader PPP.
“Sebelumnya ada nama Dudung, lalu Gus Ipul, kemudian Amran Sulaiman, dan terakhir Agus Suparmanto, mantan Menteri Perdagangan era Jokowi. Kenapa para elite membawa PPP ke mana-mana. Siapa saja dirayu untuk mengambil alih PPP. Seolah-olah PPP murah sekali. Sudah seperti calo saja, PPP dijual. Bukannya memikirkan bagaimana PPP bangkit di Pemilu 2029, elite malah sibuk membuka lapak,” ungkap Rahmat.
Rahmat yakin bahwa PPP tidak kekurangan kader berkualitas yang dapat diusung pada pesta demokrasi mendatang.
“Ada Waketum Amir Uskara, ada Achmad Baidowi, caleg DPR dengan suara terbanyak di PPP, ada eks Ketua Bapilu Sandiaga Uno, ada Syaiful Dasuki Wakil Menteri Agama era Jokowi, dan masih ada Pak Mardiono, Ketua Umum saat ini yang masih layak diberi kesempatan untuk membawa PPP bangkit kembali,” ujar Rahmat.
Rahmat berharap para kader PPP di seluruh Indonesia tidak terpengaruh oleh manuver para elite.
“Saya berharap agar kader PPP tidak terprovokasi oleh permainan oknum elite DPP dengan berbagai agenda pribadinya. Biarkan para kader memilih pemimpin yang benar-benar berasal dari kader murni PPP, bukan orang luar yang hanya ingin menunggangi PPP,” tegasnya.
