politik

DPR Dorong Indonesia Berperan Sebagai Mediator Konflik India-Pakistan

DPR Dorong Indonesia Berperan Sebagai Mediator Konflik India-Pakistan

JAKARTA – Komisi I DPR mendorong Pemerintah Indonesia untuk berperan sebagai mediator perdamaian antara India dan Pakistan. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan antara kedua negara, yang menimbulkan kekhawatiran di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

“Baik India maupun Pakistan adalah sahabat Indonesia, dan tentu kita merasa prihatin dengan adanya konflik bersenjata antara kedua negara tersebut,” ujar Anggota Komisi I DPR, Sukamta, Sabtu (10/5/2025).

Serangan militer oleh India di berbagai lokasi di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, serta daerah dekat Lahore, kota penting di Pakistan, pada Rabu (7/5/2025) menyebabkan 31 warga sipil tewas dan 57 lainnya terluka.

Sukamta berharap ketegangan antara kedua negara yang memiliki senjata nuklir ini tidak berlarut-larut. “Jika konflik meluas, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kedua negara tersebut tetapi juga secara regional,” tambahnya.

“Tidak ada cara lain kecuali menahan diri dan berusaha menyelesaikan masalah ini di meja perundingan. Konflik bersenjata hanya akan menimbulkan korban sipil, merusak fasilitas umum, dan mengganggu perekonomian,” tuturnya.

Sukamta menyoroti bahwa skenario terburuk dari meningkatnya konflik ini adalah penggunaan senjata nuklir. Namun, dia menilai kemungkinan tersebut sangat kecil, karena kedua negara memiliki kebijakan untuk tidak menggunakan nuklir terlebih dahulu.

“Saya percaya para pemimpin di India dan Pakistan tetap berpikir secara rasional dengan mempertimbangkan berbagai risiko. Ada sejarah, di mana beberapa konflik terkait wilayah Kashmir dan perbatasan telah berhasil diselesaikan melalui perundingan,” jelasnya.

Sukamta juga menilai bahwa Indonesia dapat mengambil peran untuk membantu meredakan ketegangan antara India dan Pakistan. “Pemerintah Indonesia dapat tampil proaktif sebagai mediator dengan melakukan upaya mediasi perdamaian antara India dan Pakistan,” katanya.