Elon Musk: Bill Gates Adalah Pembohong, Filantropinya Tak Bermakna
Elon Musk: Bill Gates Adalah Pembohong, Filantropinya Tak Bermakna
Konflik ini bermula dari kritik yang disampaikan Gates terhadap keputusan pemotongan anggaran bantuan luar negeri AS, termasuk pembubaran USAID atau Badan Pembangunan Internasional AS oleh Departemen Efisiensi Pemerintah yang dipimpin oleh Musk. Pemotongan sebesar 80% dari anggaran USAID senilai USD44 miliar atau sekitar Rp704 triliun dianggap Gates akan membawa dampak buruk bagi program kesehatan dan pengentasan kemiskinan global.
“Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan negara lainnya memotong anggaran bantuan mereka dalam jumlah yang sangat besar. Tidak ada organisasi amal, bahkan sebesar Gates Foundation, yang mampu menutupi kekurangan ini,” ujar Gates seperti dikutip dari Watcher Guru, Sabtu (10/5).
Rencana Gates untuk menghabiskan kekayaannya disebut sebagai komitmen filantropi terbesar dalam sejarah modern dengan tujuan pendanaan mencapai USD200 miliar atau sekitar Rp3.200 triliun dalam dua dekade mendatang.
Anggaran tahunan Gates Foundation akan meningkat menjadi USD9 miliar atau sekitar Rp144 triliun pada 2026 dan USD10 miliar atau sekitar Rp160 triliun per tahun setelahnya, khususnya untuk memerangi polio, malaria, dan mengurangi kemiskinan global. Namun, Musk menegaskan bahwa filantropi Gates sebagian besar hanyalah omong kosong, seperti yang dijelaskan dalam biografi Elon Musk pada tahun 2023, karya Walter Isaacson.
Keduanya memang menandatangani The Giving Pledge atau janji donasi miliarder pada 2010, tetapi pelaksanaannya sangat berbeda. Gates Foundation telah mendistribusikan lebih dari USD100 miliar, sementara Musk, pemilik Tesla dan SpaceX, hanya menyumbang kurang dari 1% dari kekayaannya, menurut Forbes.
