PLN EPI Dorong Ekowisata Mangrove Berbasis Komunitas di Cilacap
PLN EPI Dorong Ekowisata Mangrove Berbasis Komunitas di Cilacap
JAKARTA – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjalin kerjasama dengan Kelompok Tani Hutan Wana Lestari di Desa Bunton untuk meningkatkan pelestarian lingkungan dengan mengadakan pelatihan budidaya Mangrove pada Rabu (7/5). Inisiatif ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dirancang berdasarkan hasil pemetaan sosial oleh PLN EPI sejak awal tahun ini.
“Kami bersyukur dapat berkumpul dengan sehat dan penuh semangat, serta belajar bersama guna memperkuat kemandirian kelompok tani. Terima kasih kepada PLN EPI dan semua pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” ungkap Kepala Desa Bunton, Sudin dalam pernyataan tertulis pada Sabtu (10/5).
Pengembangan Mangrove dilakukan di sekitar Warung Pinggir Kali (WPK) Desa Bunton, Adipala Cilacap, yang dipilih karena berada di Ring 1 PLTU Jawa Tengah 2 Adipala milik PLN Indonesia Power, dimana PLN EPI memasok energi primer untuk pembangkit tersebut.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kelompok Tani Hutan Wana Lestari hingga tokoh masyarakat dan aparatur Pemerintah. Camat Adipala, Teguh Prastowo, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini, khususnya dalam memajukan potensi ekowisata mangrove sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir.
“Jika kita kelola dengan baik, kawasan ini bisa berkembang menjadi destinasi unggulan. Terlebih di Kampung Laut, Mangrove sudah dikembangkan sebagai tujuan wisata. Kita bisa mengadopsi ini untuk membangun kawasan serupa,” ujarnya.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen PLN EPI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan merupakan bagian dari 17 program pengembangan yang direkomendasikan setelah pemetaan sosial beberapa waktu lalu.
“Kami menetapkan 3 fokus utama, yaitu Penguatan UMKM, Pelestarian Lingkungan, dan Pendidikan melalui pelatihan. Salah satunya yang kami wujudkan diawal adalah melalui pelatihan pendidikan mangrove hari ini di Desa Bunton dan kunjungan lapangan ke Ekowisata Arboretum Mangrove di Kampung Laut,” ujar Mamit.
PLN EPI mencatat, untuk tahap awal telah tersedia lahan seluas 400 meter persegi yang digunakan sebagai nursery atau rumah pembibitan mangrove, dengan kapasitas pengembangan antara 5.000 hingga 10.000 bibit. Kegiatan ini melibatkan 20 anggota Kelompok Tani Hutan “Wana Lestari” yang akan menjadi pelopor dalam pengelolaan dan budidaya mangrove yang berkelanjutan.
Selain aspek ekologi, untuk mengurangi abrasi air laut, program ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha baru melalui produk pangan berbasis mangrove, seperti keripik, sirup, stik, tepung, dan dodol yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal.
