Turki Mengirim Kapal Perang dan Pesawat Hercules ke Pakistan, Berikut 3 Bukti Keterlibatan Negara Empat Musim
Turki Mengirim Kapal Perang dan Pesawat Hercules ke Pakistan, Berikut 3 Bukti Keterlibatan Negara Empat Musim
ISLAMABAD – Turki memberikan dukungan kepada Pakistan dalam aksi balasan terhadap India. Kedekatan hubungan antara Turki dan Pakistan menghasilkan aliansi militer yang kuat. Setelah terjadinya serangan mematikan di Pahalgam, Jammu dan Kashmir pada 22 April yang menelan korban jiwa sebanyak 26 warga India, ketegangan antara India dan Pakistan mencapai puncaknya. Serangan tersebut dikaitkan dengan The Resistance Front (TRF), proksi dari Lashkar-e-Taiba yang diduga mendapatkan dukungan dari ISI Pakistan, menimbulkan kekhawatiran akan adanya tindakan militer balasan dari India.
1. Kapal Perang Turki Berlabuh di Karachi, Pesawat Hercules Juga Mendarat di Islamabad
Menurut laporan dari India TV News, dalam beberapa hari terakhir, sebuah kapal perang milik Angkatan Laut Turki, TCG Bykada, telah berlabuh di Pelabuhan Karachi. Selain itu, dilaporkan bahwa enam pesawat militer Turki, Lockheed C-130 Hercules, telah mendarat di Pakistan. Meskipun Ankara dan Islamabad menggambarkan langkah ini sebagai rutinitas dan niat baik, waktu pelaksanaannya menimbulkan spekulasi mengenai niat strategis yang lebih dalam.
Pemerintah Turki menyatakan bahwa pesawat tersebut hanya mengisi bahan bakar dan menyangkal adanya transfer kargo militer. Namun, beberapa media di Pakistan melaporkan kemungkinan pesawat tersebut membawa peralatan tempur, sebuah klaim yang dibantah keras oleh Turki.
2. Memiliki Kepentingan Strategis yang Sama
Turki dan Pakistan telah lama memiliki hubungan militer dan diplomatik yang erat, didasarkan pada kepentingan strategis, agama, dan ideologi yang sejalan. Namun, kehadiran aset militer Turki selama krisis regional yang intens, terutama ketika Pakistan dilaporkan mengalami kekurangan amunisi, menimbulkan pertanyaan mengenai peran Ankara. India, yang bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi, mengamati perkembangan ini dengan perhatian. Dukungan Turki, terutama setelah pertemuan antara Presiden Erdoğan dan PM Pakistan Shehbaz Sharif tak lama setelah serangan di Pahalgam, memperkuat persepsi keberpihakan Turki kepada Islamabad.
3. Memiliki Kerja Sama Pertahanan yang Solid
Turki dan Pakistan telah menjalin kerja sama pertahanan selama puluhan tahun, dimulai sejak perjanjian pada tahun 1950-an. Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama ini semakin mendalam. Turki telah menjual pesawat nirawak kepada Pakistan (seperti Bayraktar TB2 dan Akinci), meningkatkan kemampuan F-16, dan mengembangkan sistem rudal canggih serta jet tempur bersama. Sepuluh persen dari ekspor senjata Turki dilaporkan ditujukan ke Pakistan. Oleh karena itu, kedatangan TCG Bykada, yang dipersenjatai dengan rudal antikapal dan teknologi pengawasan, dapat dianggap sebagai bagian dari keterlibatan rutin. Namun, kehadirannya di tengah meningkatnya ketegangan membuatnya signifikan secara simbolis.
