Pembaharuan: Jalur Puncak Bogor Kembali Normal Dua Arah di Sore Hari
Pembaharuan: Jalur Puncak Bogor Kembali Normal Dua Arah di Sore Hari
Jalur Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini kembali beroperasi normal dua arah mulai Sabtu (10 Mei 2025). Kendaraan yang menuju Puncak sudah dapat melintas dengan leluasa.
Berdasarkan pantauan BERITA88 di Simpang Gadog, hingga pukul 15.45 WIB, jalur tersebut sudah diberlakukan normal dua arah. Sebelumnya, kendaraan yang ingin memasuki kawasan wisata ini sempat tertahan oleh sistem satu arah menuju Jakarta.
Di jalur tersebut, kendaraan roda dua dan roda empat masih mendominasi. Pengendara dapat melaju dengan lancar tanpa hambatan berarti.
Namun, cuaca di kawasan Puncak sore ini sedang diguyur hujan dengan intensitas sedang. Para pengendara diimbau untuk berhati-hati saat melintas.
Baca Juga: Sistem Ganjil Genap Diterapkan di Kawasan Puncak Selama Libur Waisak
Sebelumnya, pihak kepolisian memberlakukan sistem satu arah dari Puncak menuju Jakarta sejak pukul 13.05 WIB, untuk mengakomodasi kendaraan yang turun menuju Jakarta.
Diperkirakan, pada libur panjang Hari Raya Waisak kali ini, puncak volume kendaraan di Jalur Puncak akan terjadi pada 11 dan 12 Mei 2025.
Kepadatan di Tol Dalam Kota
Arus kendaraan di beberapa ruas Tol Dalam Kota Jakarta terpantau padat akibat meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur panjang akhir pekan bersamaan dengan Hari Raya Waisak 2025, pada Sabtu (10 Mei 2025) sore.
PT Jasa Marga melalui akun resminya melaporkan kepadatan mulai terjadi sejak pukul 16.01 WIB di berbagai titik, baik arah timur maupun barat Tol Dalam Kota.
“16.01 WIB #Tol_DalamKota Cawang arah Tebet PADAT, kepadatan volume lalu lintas. Semanggi KM 08 – Senayan KM 09 PADAT, kepadatan volume lalu lintas. Pejompongan KM 10 – Tomang KM 13 PADAT, kepadatan volume lalu lintas. Angke KM 18 – Pluit KM 20 PADAT, kepadatan volume lalu lintas,” demikian laporan dari akun PT Jasa Marga.
Kepadatan ini terutama terjadi di jalur-jalur yang menghubungkan pusat kota dengan area perumahan dan tujuan wisata. Ruas dari Semanggi hingga Senayan, serta dari Pejompongan ke Tomang, menjadi titik rawan akibat peningkatan jumlah kendaraan pribadi. Selain itu, arah sebaliknya menuju Ancol dan kawasan utara Jakarta juga mengalami kondisi yang sama.
“Kapuk KM 21 – Pluit KM 19 PADAT, kepadatan volume lalu lintas arah Ancol. Tomang KM 14 – Slipi KM 11 PADAT, kepadatan volume lalu lintas. Semanggi KM 07 – Tebet KM 03 PADAT, kepadatan volume lalu lintas,” tambah laporan dari Jasa Marga.
