Politik dan Konflik

Jenderal Chaudhry: Serangan Pakistan Hantam 26 Target Militer India

ISLAMABAD – Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry Umumkan Serangan ke 26 Target Militer India

Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Hubungan Masyarakat Antar-Layanan (DG ISPR) Pakistan, mengabarkan bahwa pasukan mereka telah berhasil menyerang 26 target militer dan fasilitas di India selama konflik yang terjadi pekan lalu.

Menurutnya, puluhan target tersebut terlibat dalam aktivitas yang memicu terorisme di Pakistan.

“Target tersebut meliputi pangkalan Angkatan Udara dan penerbangan di Suratgarh, Sirsa, Adampur, Bhooj, Nalia, Bathinda, Barnala, Halwara, Avantipura, Srinagar, Jammu, Mamoon, Ambala, Udampur, dan Pathankot—semua mengalami kerusakan signifikan,” ungkapnya, sebagaimana dilaporkan oleh BERITA88 pada Senin (12/5/2025).

Serangan ke Fasilitas Misil BrahMos dan Pernyataan tentang Terorisme

Jenderal Chaudhry juga menyebutkan bahwa fasilitas misil BrahMos, yang sebelumnya menembakkan rudal ke Pakistan dan menyebabkan korban jiwa dari kalangan sipil, telah dihancurkan.

Dalam pernyataannya, Jenderal tersebut menegaskan bahwa terorisme tidak ada hubungannya dengan Islam dan Pakistan. Menurutnya, Pakistan terus mengalami dampak terorisme, sementara India dituduh sebagai pihak yang mensponsori dan mendukungnya.

Juru bicara militer Pakistan menggarisbawahi pentingnya persatuan nasional, menekankan bahwa negara tersebut harus tetap teguh seperti tembok baja dalam menghadapi ancaman ini.

“Tembok baja ini juga akan menghancurkan terorisme. Negara Pakistan, dengan dukungan rakyatnya, tengah melakukannya. Kami memiliki 14 poin Rencana Aksi Nasional yang harus kami laksanakan sepenuhnya,” jelasnya.

“Terorisme tidak akan hilang hanya dengan bernegosiasi dengan India. Kami tidak mencari solusi dari luar, kami tidak meminta siapa pun untuk berhenti melakukan ini. Strategi kami bukanlah sekadar harapan. Kami adalah bangsa yang bangga dan kami akan mengatasi terorisme ini. Tidak boleh ada keraguan,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan lain mengenai terorisme, DG ISPR menyatakan, “Kami akan memenangkan perang melawan terorisme. Kami berada di jalur yang benar, ideologi mereka [teroris] menyimpang. Itu tidak ada kaitannya dengan Islam, kemanusiaan, atau Pakistan. Membunuh orang tak bersalah, bom bunuh diri, meledakkan masjid, bagaimana ini berhubungan dengan Islam atau kemanusiaan?”