Berita

Perbedaan Sebutan Pelajar di Sekolah Kedinasan: Taruna, Praja, dan Mahasiswa

Perbedaan Sebutan Pelajar di Sekolah Kedinasan: Taruna, Praja, dan Mahasiswa

JAKARTA – Di Indonesia, pelajar sekolah kedinasan memiliki sebutan spesifik yang menjadi ciri khas mereka selama menempuh pendidikan. Berikut informasi yang penting diketahui bagi calon pendaftar sekolah kedinasan.

Tiga sebutan yang umum dikenal adalah taruna, praja, dan mahasiswa, yang masing-masing merujuk pada pelajar dari sekolah kedinasan sesuai dengan lembaga pembinanya.

Tiga Sebutan Pelajar di Sekolah Kedinasan

1. Taruna

Sebutan taruna digunakan untuk pelajar yang berada di Akademi TNI (AD, AL, AU) dan Akademi Kepolisian (Akpol). Para taruna ini dipersiapkan untuk menjadi perwira di TNI atau Polri dan menjalani pendidikan yang disiplin, keras, serta mengedepankan nilai-nilai kepemimpinan dan bela negara.

Beberapa sekolah yang menggunakan istilah ini adalah Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya, Akademi Angkatan Udara (AAU) di Yogyakarta, dan Akpol di Semarang.

Istilah taruna juga digunakan di sekolah kedinasan milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), seperti Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, dan lainnya.

Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) juga menggunakan panggilan taruna, begitu pula dengan Politeknik Pemasyarakatan (Poltekim) dan Politeknik Ilmu Pemerintahan (Poltekip).

Politeknik Siber dan Sandi Negara serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) juga menggunakan istilah taruna.

2. Praja

Sebutan praja digunakan untuk pelajar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri. IPDN bertujuan untuk mencetak aparatur sipil negara yang siap bertugas di pemerintahan daerah maupun pusat. Para praja IPDN dikenal dengan kedisiplinan dan seragam khas yang mencerminkan jiwa korps dan nasionalisme tinggi.

3. Mahasiswa

Sebutan mahasiswa digunakan di sebagian besar sekolah kedinasan lainnya, terutama yang berbasis akademik dan teknis, seperti Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) di bawah Kementerian Keuangan dan Politeknik Statistika STIS. Meskipun disebut mahasiswa, mereka tetap mengikuti sistem pendidikan semi-militer dengan aturan dan etika kedinasan yang ketat.

Ketiga sebutan ini tidak hanya sekadar gelar, tetapi mencerminkan identitas, nilai, dan karakter yang ditanamkan kepada pelajar selama masa pendidikan.

Dengan latar belakang dan tujuan pembinaan yang berbeda, para taruna, praja, dan mahasiswa sekolah kedinasan diharapkan menjadi generasi penerus yang profesional, disiplin, dan berdedikasi tinggi untuk bangsa dan negara.