Berita

BKI Mengatasi Tantangan Pengiriman Kendaraan Listrik Melalui Jalur Laut

BKI Mengatasi Tantangan Pengiriman Kendaraan Listrik Melalui Jalur Laut

JAKARTA – PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai pemimpin dari Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey, yang mencakup PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia, mengadakan Diskusi Kelompok Terfokus dengan tema ‘Pengangkutan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai dengan Aman – Praktik Terbaik bagi Pemilik Kapal dan Logistik Maritim’.

Acara ini berlangsung secara hibrida di Aula Ali Sadikin, Graha BKI, Jakarta, pada Selasa, 7 Mei 2025. Forum ini merupakan contoh nyata kolaborasi untuk menghadapi tantangan serta peluang dari perkembangan kendaraan listrik (EV) di Indonesia, terutama terkait aspek keselamatan pengangkutan EV melalui jalur laut.

Diskusi ini membahas strategi penerapan standar keselamatan pengangkutan EV di kapal, meliputi aspek operasional dan finansial sebagai langkah mitigasi risiko.

Acara ini dihadiri oleh Arief Nurtjahjo, SVP Operasi Bisnis Klasifikasi PT BKI, Capt. Hendri Ginting M.M, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebagai pembicara utama, serta Alex Nurwahyudy, Marine Investigator KNKT, sebagai moderator.

Para narasumber berasal dari berbagai lembaga dan latar belakang, termasuk Franky Affandi sebagai CTO PT Fast, Dimas Yunianto P sebagai R&D Engineer di Gotion High-Tech, Khoiri Soetomo selaku Ketua Umum GAPASDAP, Amir Makbul selaku Kasubdit Rancang Bangun dan Stabilitas Kapal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Mohammad Arif Kurniawan selaku SM. Riset Dan Pengembangan Bisnis Operasi PT BKI, dan Yohanes Oscarino selaku Kepala Grup Klaim PT Tugu Reasuransi Indonesia.

Dalam sambutannya, Arief Nurtjahjo menegaskan bahwa perkembangan pesat kendaraan listrik membuka peluang baru bagi logistik maritim, termasuk potensi pertumbuhan pengangkutan laut BEV. Namun, di balik peluang ini, ada tantangan teknis baru seperti risiko thermal runaway pada baterai, penempatan kendaraan listrik di atas kapal, dan respons darurat jika terjadi insiden selama pelayaran.

Forum strategis ini hadir untuk menjembatani hal tersebut, dengan mengubah tantangan menjadi solusi melalui masukan praktis dari para ahli, pelaku industri, dan regulator, ujar Arief.

Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan keselamatan dan keberlanjutan operasional di sektor maritim, khususnya dalam pengangkutan kendaraan listrik. Seiring dengan meningkatnya tren kendaraan ramah lingkungan, diperlukan pemahaman yang mendalam dan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan yang ada.

Pentingnya sinergi antara regulator, pemilik kapal, asosiasi seperti GAPASDAP, dan pengelola terminal dalam menentukan posisi kendaraan listrik di atas kapal demi keselamatan bersama. Melalui FGD ini, kami berharap terbentuk regulasi yang tidak hanya mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik, tetapi juga menjamin keselamatan dan kelayakan kapal pengangkutnya, ujar Capt. Hendri Ginting M.M.