Ketika Pilot Pakistan Menembak Jatuh Jet Rafale India: Perintah Menyerang dan Seruan Allahu Akbar
ISLAMABAD
Dalam operasi udara menghadapi serangan India, Marsekal Zaheer Ahmed Baber Sidhu, Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, memberikan instruksi langsung lewat radio kepada pilot tempur Pakistan di Islamabad: “Habisi mereka, habisi mereka, jangan biarkan mereka masuk ke wilayah Pakistan sedikit pun.”
Pada dini hari tanggal 7 Mei 2025, Marsekal Sidhu berbicara langsung kepada pilot Skuadron 15—unit yang pernah dipimpinnya—sebelum mereka terbang menuju medan tempur.
Di dalam pusat komando Angkatan Udara Pakistan (PAF) yang sangat aman, suasana tegang saat para perwira menyaksikan jet tempur Rafale India diserang di Bithanda. Ruangan itu penuh dengan seruan “Allahu Akbar.”
Ini adalah momen penting dalam konflik yang semakin memanas antara dua negara tetangga bersenjata nuklir.
Baca Juga: PM Pakistan kepada India: Kami Siap Perang dan Damai, Kesombonganmu Jadi Debu!
Setelah serangan teror Pahalgam pada 22 April 2025 yang menewaskan 26 turis Hindu di Kashmir yang dikelola India—yang menurut India dilakukan oleh Pakistan—PAF tetap dalam keadaan siaga tinggi.
Sumber yang dekat dengan operasi tersebut mengungkapkan kepada BERITA88 bahwa Marsekal Sidhu secara pribadi mengambil alih komando situasi tersebut, bekerja dari pusat kendali PAF yang paling rahasia dan kurang tidur selama empat hari berturut-turut.
Menurut beberapa pejabat senior PAF dan catatan operasional yang ditinjau oleh koresponden BERITA88, Marsekal Sidhu mengumpulkan pimpinan puncaknya pada 6 Mei setelah menerima intelijen yang kredibel tentang serangan India yang akan datang. Dengan ancaman eskalasi militer yang lebih luas, Pakistan dengan cepat beralih dari pemantauan ke pertahanan aktif.
Malam tanggal 6-7 Mei menjadi titik krusial. Sekitar 80 pesawat India—termasuk 32 Rafale, 30 Su-30 dengan rudal BrahMos, dan campuran varian MiG—lepas landas dari setidaknya 12 pangkalan udara di dekat perbatasan Pakistan, menurut sumber pertahanan Pakistan.
Untuk menghadapi serangan ini, PAF mengerahkan sekitar 40 jet tempur J-10 dan pesawat tempur lainnya—jet buatan China yang sekarang menjadi inti dari strategi pertahanan udara Pakistan.
