Bisnis

Forum Bisnis Grab 2025 Tekankan Strategi Adaptif di Tengah Volatilitas Pasar Global

Forum Bisnis Grab 2025 Tekankan Strategi Adaptif di Tengah Volatilitas Pasar Global

JAKARTA – Dihadapkan dengan dinamika ekonomi global yang bergejolak, ketidakstabilan pasar, dan percepatan transformasi teknologi, dunia bisnis dihadapkan pada tantangan untuk berani beradaptasi dengan perubahan dan mengambil langkah baru. Dalam konteks ini, BERITA88 mengadakan acara tahunan Grab Business Forum yang bertema ‘Beyond Bolder: Navigating Changes, Driving Growth’ sebagai wadah dialog strategis yang mengumpulkan pembuat kebijakan, pemimpin perusahaan, dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor industri untuk mendiskusikan ketahanan bisnis dan membangun pertumbuhan jangka panjang.

Memasuki tahun keenam, Grab Business Forum 2025 berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta dan menarik hampir 1.400 peserta dari lebih dari 800 perusahaan. Forum ini dibuka dengan presentasi khusus oleh Riyatno, Deputi Bidang Pengembangan Iklim dan Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, serta Ekonom Senior dan mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2013-2014, Chatib Basri.

Keduanya memberikan pandangan makro mengenai arah kebijakan ekonomi nasional, proyeksi investasi, serta pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Dalam acara Grab Business Forum 2025, Grab menekankan peran teknologi sebagai kunci dalam menghadapi tantangan bisnis yang kian dinamis. Direktur Grab For Business Roy Nugroho menambahkan bahwa dukungan platform yang handal seperti Grab For Business dan berbagai solusi B2B Grab dirancang untuk menyederhanakan segala kebutuhan operasional bisnis.

Sementara itu, Kepala Pemasaran Grab Indonesia Melinda Savitri menyoroti bagaimana brand dapat memanfaatkan ekosistem Grab untuk meningkatkan visibilitas brand serta produk atau layanan mereka melalui kampanye kreatif yang terintegrasi di ekosistem Grab dan OVO. Dengan memanfaatkan platform seperti GrabAds, brand dapat menjangkau jutaan pengguna dan Mitra Grab secara tepat sasaran melalui berbagai titik interaksi.

Lebih lanjut, Kepala Produk Geo Grab Pradeep Varadaraja menjelaskan bahwa GrabMaps berperan penting dalam membantu perusahaan dan pengguna menavigasi dunia yang bergerak cepat melalui AI. Seperti fitur auto-validation yang memungkinkan sistem Grab mendeteksi dan memverifikasi rute perjalanan secara otomatis dan real time.

Di sesi diskusi panel, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo, CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat, dan Direktur Jaringan & Pendanaan Ritel PT Bank Negara Indonesia Tbk Rian Kaslan berbagi pengalaman tentang strategi perusahaan dalam menghadapi perubahan cepat di era digitalisasi.

Menurut laporan World Economic Outlook 2025 dari IMF pada April 2025, pertumbuhan ekonomi global 2025 diproyeksikan melambat ke angka 2,8% dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,3%, seiring meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan ketegangan geopolitik global. Indonesia pun tidak luput dari dampaknya. Meski demikian, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan relatif dan tumbuh positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2025 mencapai 4,87%.

Riyatno dalam sambutannya menyatakan bahwa investasi merupakan pendorong terbesar kedua pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 29,15% pada tahun lalu. Di tengah situasi yang penuh tantangan saat ini, ekonomi digital dan pusat data menjadi salah satu sektor industri prioritas yang memiliki potensi besar terhadap investasi.

“Tahun ini, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 130 miliar atau 44% dari total proyeksi ekonomi digital di Asia Tenggara. Ini adalah potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, kami mendorong kolaborasi triple helix yaitu sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tuturnya.