P Diddy Dituduh Melakukan Pemerkosaan dengan Alat Kelamin Berukuran Kecil
P Diddy Dituduh Melakukan Pemerkosaan dengan Alat Kelamin Berukuran Kecil
JAKARTA – Musisi dan produser ternama, P Diddy, diduga terlibat dalam kasus pemerkosaan terhadap seorang wanita secara brutal di apartemennya di Manhattan pada Juli 2001. Tuduhan ini muncul bersamaan dengan proses hukum lainnya yang sedang dihadapinya terkait perdagangan seks dan pemerasan di pengadilan federal Manhattan.
Menurut dokumen pengadilan yang didapat oleh TMZ, wanita yang dikenal sebagai Jane Doe mengklaim bahwa insiden tersebut terjadi setelah pesta semalaman. Ia menyatakan bahwa Sean John Combs, nama asli Diddy, menariknya ke kamar tidur, mengunci pintu, dan memaksanya ke tempat tidur sambil mencekik lehernya.
Sumber dari BERITA88 mengungkapkan bahwa dalam kondisi tak berdaya, korban mengaku diperkosa oleh Diddy, yang terus melanjutkan aksinya meskipun korban memohon untuk dihentikan. Gugatan tersebut juga menyebutkan bahwa pria berusia 55 tahun itu kemudian mengalami ejakulasi di tubuh korban sebelum tertidur dalam keadaan telanjang. Korban akhirnya berhasil keluar dari kamar setelah membuka kunci pintu, di mana seorang petugas keamanan membantu menunjukkan jalan keluar.
Korban pertama kali bertemu dengan mantan pacar Jennifer Lopez itu pada Mei 2001 dan sempat beberapa kali bertemu di studio rekaman, restoran, dan klub malam di New York. Setelah insiden tersebut, staf Diddy disebut mengantarkan korban dan temannya pulang. Penyanyi asal New York ini sempat mencoba menghubungi korban kembali untuk mengundangnya ke pesta pribadi, namun korban menolak untuk menjawab panggilan tersebut.
Meskipun insiden traumatis tersebut membuat korban merasa tertekan dan tertutup, ia merasa sedikit “lega” karena ukuran alat kelamin Diddy yang kecil, diibaratkan seperti permen Tootsie Roll besar, kemungkinan mengurangi rasa sakit fisik selama peristiwa mengerikan itu.
Dalam gugatan tersebut, korban juga menyatakan bahwa ia mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut dan harus menjalani terapi psikologis untuk pemulihan. Tuduhan ini muncul bersamaan dengan proses persidangan terkait perdagangan seks yang juga menyeret nama ayah tujuh anak itu.
