Berita

India Khawatir, Desak IAEA Pantau Senjata Nuklir Pakistan

India Khawatir, Desak IAEA Pantau Senjata Nuklir Pakistan

NEW DELHIIndia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap senjata nuklir milik Pakistan, dengan mendesak agar Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melakukan pengawasan terhadap senjata berbahaya tersebut.

Keprihatinan dari New Delhi ini muncul setelah kedua negara yang bersenjata nuklir itu menyelesaikan konflik militer terburuk mereka dalam hampir tiga dasawarsa.

Pertempuran dimulai pekan lalu ketika India menyerang apa yang diklaimnya sebagai ‘kamp teroris’ di wilayah Pakistan sebagai balasan atas serangan di Kashmir India bulan sebelumnya, yang menurut India didukung oleh Pakistan dan menewaskan 26 wisatawan Hindu.

Baca Juga: Pakistan Menjatuhkan Jet Tempur ke-6 Milik New Delhi

Pakistan membantah tuduhan tersebut, sementara kedua negara saling meluncurkan rudal dan pesawat tanpa awak ke wilayah udara masing-masing sebelum akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu.

Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, berbicara di hadapan tentara di Srinagar, ibu kota Kashmir yang dikelola India, mempertanyakan, “Apakah senjata nuklir aman di tangan negara yang tidak bertanggung jawab dan bermasalah seperti itu?”

“Saya percaya bahwa senjata nuklir Pakistan harus diawasi oleh IAEA,” tambahnya, seperti dilaporkan oleh BERITA88.

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengecam pernyataan tersebut, menyebutnya sebagai tanda ketidakamanan dan frustrasi India terhadap kemampuan pertahanan dan pencegahan efektif Pakistan terhadap agresi konvensional India.

IAEA adalah badan pengawas PBB yang berbasis di Wina, bertugas mengawasi program nuklir negara-negara untuk memastikan program tersebut digunakan secara damai.

Kedua negara, India dan Pakistan, memperoleh status negara adikuasa nuklir setelah melakukan uji coba nuklir pada 1998, dan permusuhan panjang mereka menjadikan wilayah padat penduduk ini sebagai salah satu titik api nuklir paling berbahaya di dunia.

Ketegangan militer terbaru antara kedua negara Asia Selatan ini meningkat pada hari Sabtu, dan muncul kekhawatiran bahwa senjata nuklir bisa saja terlibat, meskipun Kementerian Pertahanan Pakistan menyatakan tidak ada pertemuan badan tinggi yang mengawasi senjata nuklirnya yang dijadwalkan.