Bank Sentral AS Rencanakan PHK 2.400 Karyawan untuk Efisiensi
Bank Sentral AS Rencanakan PHK 2.400 Karyawan untuk Efisiensi
JAKARTA – Federal Reserve mengungkapkan rencana untuk mengurangi jumlah karyawan hingga 10% selama beberapa tahun ke depan. Tindakan ini diambil untuk memastikan bahwa organisasi ini memiliki ukuran yang tepat dan mampu menjalankan perannya dalam mendukung perekonomian yang sehat.
Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, Jerome Powell, memaparkan rencana ini dalam sebuah catatan internal kepada staf pada hari Jumat. Karyawan yang mendekati masa pensiun didorong untuk mengundurkan diri lebih awal secara sukarela. Tawaran ini hanya berlaku untuk staf di Dewan Gubernur di Washington.
Langkah pengurangan tenaga kerja ini diperkirakan akan mempengaruhi seluruh sistem Federal Reserve, termasuk 12 bank regional, dengan total sekitar 2.400 karyawan yang terdampak.
“Saya telah menginstruksikan pimpinan Federal Reserve, baik di dewan maupun di seluruh sistem, untuk mencari cara tambahan untuk mengkonsolidasikan fungsi yang relevan, memodernisasi praktik bisnis, dan memastikan kami memiliki ukuran yang tepat untuk memenuhi tugas hukum kami,” ungkap Powell dalam memo tersebut.
Sebelumnya, Federal Reserve telah melakukan pembekuan perekrutan sebagai langkah untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan Pemerintah Trump yang melarang perekrutan baru. Selain itu, The Fed juga berusaha menjauh dari isu keberagaman dan perubahan iklim yang menjadi sorotan selama pemerintahan tersebut.
Sebagai badan yang independen secara politis, Federal Reserve tidak diwajibkan untuk mengikuti perintah eksekutif. Namun, otonomi ini kini sedang diuji secara hukum oleh Departemen Kehakiman yang ingin lebih mempengaruhi lembaga-lembaga independen.
Pengumuman ini mencerminkan usaha The Fed di masa Pemerintahan Clinton untuk mengurangi tenaga kerja, yang juga disinggung Powell dalam catatannya. Pada masa itu, upaya dilakukan di seluruh negeri untuk meningkatkan efisiensi.
Meski demikian, pada sidang kongres Februari, Powell membantah anggapan bahwa The Fed memiliki terlalu banyak staf. Pemerintahan Trump juga mengejar tujuan serupa meskipun dengan pendekatan yang lebih kuat.
Departemen Efisiensi Pemerintah yang baru dibentuk telah mengurangi jumlah pegawai federal dan menutup banyak lembaga, menyebabkan ribuan pegawai pemerintah kehilangan pekerjaan mereka. Keputusan Federal Reserve ini tidak berkaitan dengan inisiatif yang sedang berlangsung oleh DOGE, meskipun beberapa staf bank sentral telah dihubungi melalui email oleh kelompok Musk tahun ini.
“Federal Reserve adalah pengelola sumber daya publik yang berhati-hati dan bertanggung jawab,” tegas Powell.
