Pertama Kalinya, HMS Dragon Inggris Berhasil Jatuhkan Rudal Supersonik Dekat Skotlandia
Pertama Kalinya, HMS Dragon Inggris Berhasil Jatuhkan Rudal Supersonik Dekat Skotlandia
LONDON – Kapal perang paling canggih milik Inggris, HMS Dragon, sukses menembak jatuh rudal supersonik untuk pertama kalinya di perairan dekat Skotlandia. Kejadian bersejarah bagi angkatan bersenjata Inggris ini terjadi pada 16 Mei, saat latihan militer NATO berlangsung.
Angkatan Laut Kerajaan Inggris mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa rudal Sea Viper yang telah dimodifikasi khusus diluncurkan oleh kapal perusak Tipe 45 HMS Dragon, menciptakan semburan asap dan api untuk menghadang target berkecepatan tinggi yang mendekat—menyimulasikan ancaman canggih yang sedang dihadapi di seluruh dunia saat ini.
Pernyataan tersebut tidak mengungkapkan rincian mengenai target tersebut.
“Ini adalah pertama kalinya Angkatan Laut Kerajaan menghadapi target semacam ini—target yang jauh lebih menantang karena bergerak lebih cepat dan melakukan manuver berputar-putar,” demikian bunyi pernyataan yang diakses dari BERITA88.
Dalam waktu dua setengah detik setelah diluncurkan dari silo HMS Dragon, rudal tersebut mencapai kecepatan Mach 4, atau lebih dari empat kali kecepatan suara. Rudal tersebut kemudian melakukan manuver dengan gaya gravitasi tinggi di atas lautan untuk mendekati dan menghancurkan target.
Angkatan Laut Kerajaan menjelaskan bahwa rudal yang digunakan dalam uji coba ini adalah model telemetri unik yang dirancang untuk mengumpulkan pengukuran dan informasi penting bagi operasi di masa depan.
“Penembakan Sea Viper yang berhasil dalam Latihan Formidable Shield 25 merupakan momen penting bagi HMS Dragon,” kata Iain Giffin, komandan HMS Dragon.
“Ini tidak hanya membuktikan bahwa kemampuan pertahanan udara Dragon yang terdepan di dunia berfungsi dengan baik setelah masa pemeliharaan yang panjang, tetapi juga menunjukkan kemampuan kami untuk berintegrasi dan beroperasi bersama sekutu dan mitra NATO,” jelasnya.
Penembakan rudal ini merupakan bagian dari Latihan Formidable Shield 25, latihan penembakan rudal terbesar yang diadakan NATO di Eropa tahun ini.
