Pergerakan Harga Pangan Akhir Pekan: Daging Ayam Naik, Cabai Merah Anjlok
Pergerakan Harga Pangan Akhir Pekan: Daging Ayam Naik, Cabai Merah Anjlok
JAKARTA – Pada akhir pekan ini, Minggu (18/5), harga pangan nasional mengalami perubahan yang beragam dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Beberapa komoditas utama seperti daging ayam dan gula pasir menunjukkan kenaikan harga, sementara bawang dan cabai mengalami penurunan.
Menurut data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, harga daging ayam ras segar meningkat sebesar 1,97 persen, menjadi Rp36.150 per kilogram. Gula pasir premium juga menunjukkan kenaikan kecil sebesar 0,25 persen, menjadi Rp19.900 per kilogram.
Di samping itu, harga beras dengan kualitas super I naik 0,3 persen menjadi Rp16.750 per kilogram, dan daging sapi kualitas II menunjukkan kenaikan tipis 0,04 persen menjadi Rp131.800 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas mencatat penurunan harga. Bawang merah ukuran sedang turun 2,46 persen menjadi Rp41.550 per kilogram, sementara bawang putih mengalami penurunan 1,54 persen menjadi Rp44.900 per kilogram. Harga cabai merah besar juga turun 2,9 persen menjadi Rp51.900 per kilogram.
Penurunan harga cabai juga terlihat pada cabai merah keriting yang turun 3,15 persen menjadi Rp55.350 per kilogram, cabai rawit hijau turun 2,84 persen menjadi Rp46.150 per kilogram, dan cabai rawit merah turun cukup signifikan sebesar 6,49 persen menjadi Rp57.600 per kilogram.
Sebagai tambahan, gula pasir lokal turun 0,27 persen menjadi Rp18.700 per kilogram, minyak goreng curah turun 0,27 persen menjadi Rp18.700 per liter, dan telur ayam ras segar turun 0,33 persen menjadi Rp29.900 per kilogram.
Sementara itu, harga beras pada berbagai kualitas tercatat sebagai berikut: beras kualitas bawah I Rp14.150 per kilogram, kualitas bawah II Rp13.950 per kilogram, kualitas medium I Rp15.400 per kilogram, kualitas medium II Rp15.300 per kilogram, dan kualitas super II Rp16.250 per kilogram. Perubahan harga pangan ini menjadi indikator penting bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengantisipasi dinamika pasar menjelang pekan depan.
