Berita

China dan Rusia Berkolaborasi Membangun PLTN di Bulan, AS Tertinggal

China dan Rusia Berkolaborasi Membangun PLTN di Bulan, AS Tertinggal

JAKARTA – China dan Rusia telah menandatangani nota kesepahaman untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga nuklir otomatis di Bulan, dengan target penyelesaian pada tahun 2035. Proyek ini akan menjadi bagian dari International Lunar Research Station (ILRS), sebuah pangkalan penelitian ilmiah yang diusulkan oleh kedua negara tersebut.

ILRS direncanakan sebagai pangkalan penelitian yang berlokasi sekitar 100 kilometer dari kutub selatan Bulan, bertujuan untuk mendukung eksplorasi jangka panjang dan penelitian ilmiah. Pembangkit listrik tenaga nuklir ini akan menjadi sumber energi utama bagi operasi stasiun tersebut, termasuk untuk misi tanpa awak dan kehadiran manusia di masa depan.

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, menyatakan bahwa teknologi untuk reaktor nuklir ini “hampir siap” dan akan beroperasi secara mandiri tanpa kehadiran manusia selama tahap awal. Ini memungkinkan operasi jangka panjang yang stabil dan aman di lingkungan Bulan yang ekstrem.

“Stasiun ini akan mengadakan riset antariksa mendasar sekaligus menguji teknologi operasi mandiri jangka panjang, dengan potensi kehadiran manusia di Bulan,” jelas Roscosmos dalam sebuah pernyataan, dilansir BERITA88, Minggu (18/5).

Proyek ILRS dipandang sebagai saingan program Artemis yang dipimpin Amerika Serikat. Artemis berencana untuk membangun stasiun ruang angkasa bulan orbital yang disebut Gateway mulai tahun 2027, dengan melibatkan NASA dan badan antariksa dari 55 negara anggota Badan Antariksa Eropa. Sementara itu, ILRS yang dipimpin oleh China dan Rusia mengusung pendekatan pangkalan permanen di permukaan Bulan.

China berencana untuk mengundang 50 negara, 500 lembaga penelitian, dan 5.000 peneliti internasional untuk bergabung dalam proyek ILRS melalui inisiatif bernama Proyek 555. Selain Rusia, beberapa negara lain seperti Pakistan, Venezuela, Belarusia, dan Afrika Selatan juga terlibat dalam ILRS.

Pembangunan pangkalan ini akan dimulai dengan misi Chang’e-8 China yang dijadwalkan meluncur pada 2028. Misi ini akan menjadi upaya pertama China untuk mendaratkan astronot di Bulan dan menjadi landasan bagi pembangunan pangkalan permanen berawak di sana.

Selain reaktor nuklir, ILRS juga akan memanfaatkan panel surya besar sebagai sumber energi tambahan. Sistem distribusi listrik dan pemanas di permukaan Bulan akan menggunakan jaringan pipa dan kabel yang terintegrasi dengan pembangkit nuklir dan panel surya.

Sumber daya alam di Bulan, seperti oksida logam, logam tanah jarang, regolith, dan helium-3 yang potensial sebagai bahan bakar fusi nuklir, menjadi daya tarik utama bagi eksplorasi ini. ILRS diharapkan dapat membuka peluang penelitian dan pemanfaatan sumber daya tersebut secara berkelanjutan.