Apakah Indonesia Memerlukan Vaksin TBC? Penjelasan dari Siti Fadilah Supari dan Guru Besar FKUI
Apakah Indonesia Memerlukan Vaksin TBC? Penjelasan dari Siti Fadilah Supari dan Guru Besar FKUI
JAKARTA – Diskusi mengenai kebutuhan vaksin tuberkulosis (TBC) kembali muncul setelah pemerintah mengumumkan rencana untuk bekerja sama dengan Bill Gates dalam uji coba vaksin TBC M72 yang dikembangkan oleh GlaxoSmithKline (GSK).
Vaksin TBC yang dihasilkan dari kolaborasi antara GSK dan Bill & Melinda Gates Foundation ini diharapkan memberikan perlindungan jangka panjang. Vaksin ini diharapkan dapat membantu memerangi TBC, terutama di negara-negara dengan tingkat kasus yang tinggi seperti Indonesia.
Namun, uji coba ini telah menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari menyatakan bahwa untuk menurunkan angka kasus TBC di Indonesia hingga tahun 2030, strategi terbaik bukanlah melalui vaksinasi, melainkan dengan pemberantasan penyakit secara menyeluruh.
“Mengapa TBC di Indonesia harus divaksin? Menurut saya, jika Anda ingin menurunkan angka tuberkulosis di Indonesia untuk tahun 2030, cara terbaik adalah dengan eradikasi,” ucap Siti Fadilah dalam program One on One BERITA88, baru-baru ini.
Baca Juga: Indonesia Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates, Siti Fadilah: Partisipan dengan Kelinci Percobaan Sama Aja
Siti menjelaskan bahwa eradikasi yang dimaksud melibatkan pengobatan menyeluruh bagi pasien TBC, bukan hanya melalui pendekatan medis. Ia menekankan bahwa hanya 40 persen dari keberhasilan pengobatan TBC berasal dari intervensi medis, sedangkan 60 persen dipengaruhi oleh faktor non-medis seperti nutrisi, lingkungan, dan kepatuhan minum obat.
“Eradikasi itu berarti memberantas orang yang sudah sakit TB atau mengobati orang yang sakit TB secara komprehensif. Jadi, mengobati TB itu hanya 40 persen adalah medis, sedangkan 60 persen bukan medis,” jelas Siti.
Dalam kesempatan tersebut, Siti juga mengapresiasi program RW Siaga TBC yang telah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada 9 Mei 2025. Program ini diluncurkan hanya dua hari setelah kedatangan Bill Gates ke Indonesia, yang juga mempromosikan vaksin M72 untuk TBC.
“Yang saya lihat, pak Menkes sudah memiliki program yang sangat bagus yang dicanangkan pada tanggal 9. Jadi, Bill Gates datang tanggal 7, pak Menkes tanggal 9 mencanangkan suatu program seperti RW Siaga. Kemudian Kelurahan Siaga, Desa Siaga TBC, RW Siaga TBC,” ungkap Siti.
Baca Juga: Profil GlaxoSmithKline, Raksasa Biofarmasi di Balik Vaksin TBC Bill Gates untuk Indonesia
