politik

Fokus pada Kasus Keracunan di Program MBG, Partai Perindo Tekankan Pentingnya Evaluasi dan Peningkatan Standar Keamanan Pangan

Soroti Kasus Keracunan di Program MBG, Partai Perindo Dorong Evaluasi Menyeluruh dan Penguatan Standar Keamanan Pangan

JAKARTA – Insiden keracunan yang terjadi dalam program MBG (Makan Bergizi Gratis) di sejumlah wilayah menjadi perhatian dan keprihatinan dari Partai Perindo. Meski jumlahnya kecil dibandingkan dengan total penerima manfaat, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Kesehatan Masyarakat, Sri Gusni Febriasari menegaskan bahwa keselamatan setiap individu tidak boleh diabaikan dalam pelaksanaan program, terutama yang menyasar anak-anak sebagai kelompok rentan.

Menurut data pemerintah, lebih dari 3 juta orang menerima manfaat MBG, dan 200 di antaranya mengalami keracunan dari 17 Kejadian Luar Biasa di 10 provinsi.

Sri Gusni berpendapat bahwa insiden ini tidak bisa dianggap sebagai kasus terisolasi, melainkan menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pelaksanaan yang harus segera diperbaiki.

Insiden-insiden ini tidak bisa hanya dianggap sebagai kegagalan teknis. Pelaksanaan MBG, sebagai program prioritas nasional, harus dilakukan dengan standar keamanan dan profesionalisme yang tinggi.

“Ini bukan sekedar kelalaian teknis. Kita bicara soal nyawa dan kesehatan anak-anak. Program prioritas MBG tidak bisa dilakukan dengan pendekatan asal-asalan, karena menyangkut masa depan generasi bangsa,” tegas Sri Gusni, Senin (26/5/2025).

Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 5 Mei 2025 menyatakan bahwa dari lebih 3 juta penerima program MBG, kurang dari 200 orang mengalami keracunan.

“Dari 3 koma sekian juta, kalau tidak salah di bawah 200 orang (yang keracunan),” ujarnya.